Go Private, Onix Capital (OCAP) Tawarkan Buyback Saham di Atas Harga Pasar
JAKARTA, investortrust.id – PT Onic Capital Tbk (OCAP) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham Perseroan yang beredar di pasar dengan penawaran harga Rp 200 per saham. Harga ini di atas harga saham Perseroan sebelum suspensi di Rp 159 per saham.
Pembelian kembali saham dilakukan seiring rencana Perseroan menjadi Perusahaan tertutup atau go private, sekaligus delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham publik terkait rencana go private sekaligus usulan pembelian kembali saham Perseroan dalam Rapau Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 22 Januari 2024.
Dikutip dari keterbukaan informasi yang disampaikan melalui lama Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan menyebut akan membeli kembali seluruh saham yang dimiliki oleh pemegang saham publik atau masyarakat sebanyak 32,78 juta lembar saham atau sebesar 12% atas modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.
Baca Juga
Startup Topindo Gelar Bookbuilding Mulai Besok, Incar Dana IPO Rp 109 Miliar
“Jumlah dana yang akan digunakan pada pembelian kembali saham Perseroan maksimal sebesar Rp 6,56 miliar. Dana tersebut berasal dari fasilitas pinjaman pemegang saham,’’ ulas Direksi PT Onic Capital Tbk sebagaimana dikutip, Minggu (14/01/2024).
Adapun tujuan go private dari perusahaan yang bergerak di bisnis aktivitas profesional dan teknis lainnya itu yaitu karena Perseroan tidak lagi memiliki kegiatan usaha dan sejauh ini Perseroan belum memiliki rencana usaha baru.
Selain itu saham Perseroan termasum saham tidak aktif diperdagangkan di BEI. Diketahui saham Perseroan telah disuspensi BEI sejak tahun 2020 dan telah mencapai batas waktu masa suspensi 36 bulan pada tanggal 1 September 2023.
Baca Juga
Nusantara Infrastructure (META) Ungkap Perkembangan Terkini Proses Go Private
‘’Perseroan belum dapat memulihkan keadaan dan oleh karena itu Perseroan memutuskan melaksanakan rencana go private,’’ ulas Direksi Perseroan.
Berdasarkan daftar pemegang saham Perseroan per November 2023 tercatat pemegang saham utama Perseroan adalah UOB Kay Hian (Hong Kong) Ltd menguasai 45% saham, kemudian Djajusman Suryowijoyo sebesar 35%, kemudian Harjanto A sebesar 7,99% dan publik sebanyak 12% saham.

