Merdeka Battery Materials Laporkan Kemajuan HPAL di Kuartal III-2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melaporkan perkembangan positif operasional fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) sepanjang kuartal III-2026.
Kemajuan tersebut ditandai dengan peningkatan utilisasi fasilitas PT ESG New Energy Material (PT ESG), serta penyelesaian tahapan commissioning utama fasilitas PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC).
PT ESG berhasil mengoperasikan kedua lini produksinya dan mencapai tingkat utilisasi kapasitas sekitar 96% pada September 2026. Sementara itu, SLNC telah menyelesaikan tahapan uji coba (commissioning) utama, memperoleh Izin Usaha Industri (IUI) pada Agustus 2026, serta mulai menerima pasokan bijih nikel perdana pada akhir September 2026.
Dengan perkembangan tersebut, SLNC masih menargetkan produksi perdana mixed hydroxide precipitate (MHP) dapat terealisasi pada 2026.
Kemajuan kedua fasilitas HPAL ini semakin memperkuat integrasi operasional MBMA. Wabil khusus dalam menghubungkan pasokan bijih limonit dari Konawe dengan fasilitas pengolahan HPAL, melalui infrastruktur khusus untuk penyiapan pasokan dan pengangkutan bijih dalam bentuk bubur (slurry).
Selain itu, perseroan tengah mengevaluasi potensi ekspansi kapasitas produksi asam sulfat di Acid, Iron, Metal (AIM) untuk memenuhi kebutuhan fasilitas SLNC pada masa mendatang. Langkah tersebut juga diiringi optimalisasi pemanfaatan sumber daya pirit dari Tambang Tembaga Wetar.
Pada kuartal III-2026, produksi asam sulfat dari fasilitas AIM mencapai 291.198 ton atau meningkat 13% dibandingkan kuartal sebelumnya. Capaian ini didukung oleh operasional kedua lini pabrik asam sulfat yang berjalan stabil pada kapasitas terpasangnya (nameplate capacity).
Baca Juga
Merdeka Battery (MBMA) Cetak Rekor Produksi Nikel, Margin Saprolit Melonjak 23 Kali Lipat
Sejalan dengan peningkatan produksi, pendapatan dari penjualan asam sulfat juga tumbuh 18% secara kuartalan menjadi sekitar US$ 98 juta. Kinerja ini ditopang oleh tren harga yang lebih tinggi, serta permintaan yang solid dari sejumlah fasilitas HPAL di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).
Presiden Direktur Merdeka Battery Materials, Teddy Oetomo menyampaikan, perseroan akan terus mendorong integrasi operasional di seluruh rantai nilai, sekaligus menjaga disiplin biaya dan keandalan operasional untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
“AIM dan aset-aset HPAL kami terus memajukan tahapan integrasi selanjutnya di seluruh rantai pasok. Kami tetap berfokus untuk menjaga disiplin biaya dan keandalan operasi, seiring langkah kami untuk terus memacu skala bisnis perseroan,” terang Teddy secara tertulis, Senin (2/11/2026).
Di tengah dinamika industri nikel, MBMA juga mempertahankan target panduan operasional (guidance) untuk 2026 dan berencana terus fokus pada peningkatan keunggulan operasional hingga akhir tahun.
Sebagai perusahaan dengan model bisnis terintegrasi, MBMA berhasil mencatatkan rekor produksi bijih nikel tertinggi sepanjang sejarah perseroan pada kuartal III-2026. Pencapaian tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung profitabilitas perseroan secara keseluruhan.
Perseroan juga terus mencermati perkembangan biaya bahan bakar serta dampak penerapan kerangka Harga Patokan Mineral (HPM). Menurut manajemen, model operasi terintegrasi yang dimiliki MBMA telah menunjukkan nilai strategis dalam menghadapi berbagai tantangan industri.
“Di tengah fluktuasi harga nikel dan tekanan margin di sektor hilir, operasi perseroan secara keseluruhan tetap sangat tangguh dalam mencetak margin di berbagai segmen rantai nilai,” tutup manajemen.
