BEI Ungkap 23 Perusahaan Ikut Coaching Clinic IPO, Intip Sektornya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan sebanyak 23 perusahaan mengikuti program pendampingan atau coaching clinic penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) yang digelar bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hampir seluruh perusahaan tersebut diperkirakan siap melantai di bursa pada 2027.
"Memang dalam setahun terakhir ini (BEI) ada kerjasama dengan Kementrian UMKM yang sudah ke dalam coaching clinic, ada 23 perusahaan dan rasanya hampir seluruhnya dalam tahun depan harusnya sudah siap (IPO)," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin saat konferensi pers di Gedung BEi, Jakarta, Senin, (2/11/2026).
Meski demikian, Saidu menegaskan keputusan untuk melaksanakan IPO sepenuhnya menjadi pilihan masing-masing perusahaan. BEI tidak hanya mendorong perusahaan untuk melantai di bursa, tetapi juga memastikan kesiapan dan kualitas perusahaan sebelum menjadi perusahaan publik.
"Tapi IPO itu adalah pilihan, yang disajikan adalah kualitas dari para perusahaan yang memang mereka ready untuk IPO atau ready untuk akses terhadap pasar modal. Tentunya, kita punya aturan-aturan percatatan yang memang harus dipenuhi," terangnya.
Saidu menekankan kesiapan perusahaan tidak hanya dilihat dari kemampuan memenuhi persyaratan pencatatan saham. Tapi juga mampu menjalankan kewajiban sebagai perusahaan terbuka setelah resmi melantai di bursa.
"Sehingga kita ingin kualitas perusahaan tercatat di Indonesia itu meningkat, yang harus kita siapkan, bukan mereka hanya siap sebelum IPO, tapi setelah menjadi perusahaan publik, mereka siap untuk menangguh kewajiban-kewajiban sebelumnya perusahaan punya," katanya.
Secara sektoral, sekitar 30% perusahaan peserta coaching clinic berasal dari sektor makanan dan minuman (food and beverage/FnB), sedangkan 20% berasal dari sektor fesyen. Adapun sisanya tersebar di berbagai sektor usaha lainnya.
