JP Morgan hingga Sucor Kompak Rekomendasi Beli Saham Antam (ANTM), Target Harga Tertinggi Rp 5.500
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam menyimpan potensi keuntungan menarik bagi investor di tengah tekanan hebat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI). Tak hanya mengandalkan prospek kenaikan harga saham, emiten tambang dan logam ini juga menawarkan potensi imbal hasil dividen (dividend yield) jumbo yang diperkirakan mencapai 10-4%.
Hal ini mendorong sejumlah sekuritas menempatkan saham ANTM sebagai salah satu pilihan menarik di tengah gejolak pasar modal Indonesia akibat persoalan indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).
JP Morgan, bank investasi global asal Amerika Serikat (AS), bahkan memasukkan ANTM sebagai saham pilihan di tengah volatilitas pasar saham Indonesia. Selain menawarkan valuasi murah, saham Antam dinilai memiliki potensi imbal hasil dividen yang tinggi.
Baca Juga
Bahlil Ungkap Prabowo Segera Resmikan Pabrik Baterai CATL-Antam
JP Morgan menyebutkan bahwa saham ANTM saat ini diperdagangkan pada rasio harga terhadap laba (price to earnings ratio/PER) sekitar 4 kali berdasarkan proyeksi 2027, dengan potensi dividend yield mencapai 14%. Hal ini mendorong JP Morgan untuk mempertahankan rekomendasi overweight saham ANTM dengan target harga Rp 4.700.
“Pendapatan dan laba bersih Antam juga memiliki eksposur kuat dengan dolar AS sehingga bisa menjadi alat lindung nilai alami dari pelemahan rupiah,” tulis JP Morgan dalam risetnya.
Optimisme terhadap potensi dividen Antam juga disampaikan Indo Premier Sekuritas. Sekuritas ini menilai sektor komoditas berpeluang menjadi salah satu sektor dengan kinerja terbaik (outperformer) di tengah prospek pasar saham Indonesia yang secara makro masih kurang menguntungkan. Salah satu faktor pendukungnya adalah karakteristik perusahaan komoditas sebagai penghasil pendapatan dalam dolar AS. Kondisi tersebut dinilai menguntungkan di tengah potensi pelemahan nilai tukar rupiah.
Baca Juga
Penjualan Antam (ANTM) Tembus Rp 88,48 Triliun, Emas Sumbang 77%
Berdasarkan analisis sensitivitas Indo Premier, saham PGAS, ANTM, dan TINS termasuk saham yang mengalami tekanan harga cukup besar di IHSG, meskipun menawarkan potensi dividend yield di atas 10%. “Kondisi tersebut justru menciptakan peluang yang bagus untuk melakukan pembelian saham komoditas,” tulis Indo Premier dalam risetnya.
Secara khusus, Indo Premier memproyeksikan dividend yield ANTM mencapai 12,3% pada 2027 dan meningkat menjadi 12,7% pada 2028. Indo Premier pun merekomendasikan beli (buy) saham ANTM dengan target harga Rp 3.700.
Laba Melonjak hingga Kas Tembus Rp10,54 Triliun
Potensi pembagian dividen jumbo ANTM tidak terlepas dari fundamental keuangan perseroan yang semakin kuat. Hingga September 2026, Antam membukukan laba bersih Rp9,66 triliun, melonjak 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba tersebut ditopang kenaikan EBITDA sebesar 45% menjadi Rp13,48 triliun.
Dari sisi top line, pendapatan perseroan meningkat 23% menjadi Rp88,48 triliun. Kondisi keuangan Antam juga didukung posisi kas dan setara kas yang mencapai Rp10,54 triliun per September 2026, tumbuh 14%. Sementara itu, total aset perseroan meningkat 24% menjadi Rp59,74 triliun.
Baca Juga
Emas dan Nikel Jadi Mesin Cuan, Laba Antam (ANTM) Melonjak 46% hingga September 2026
Ekuitas Antam turut menguat 17% menjadi Rp41,22 triliun. Dari sisi arus kas, perseroan mencatatkan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp5,06 triliun, meningkat 26%. Penerimaan kas dari pelanggan juga tumbuh 29% menjadi Rp87,92 triliun, sejalan dengan peningkatan penjualan dan pengelolaan modal kerja yang efektif.
Potensi pembagian dividen besar ANTM juga menjadi perhatian Sucor Sekuritas. Sekuritas ini memperkirakan Antam mampu menghasilkan arus kas bebas (free cash flow/FCF) sebesar Rp9 triliun hingga Rp10 triliun per tahun selama tiga tahun ke depan. Proyeksi tersebut didukung kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) yang relatif rendah, yakni diperkirakan hanya Rp1,5 triliun per tahun. “Ini membuka ruang besar bagi peningkatan investasi dan pengembalian kepada para pemegang saham,” tulis Sucor Sekuritas dalam risetnya.
Dengan asumsi rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) sebesar 65%, Sucor memperkirakan dividend yield saham ANTM dapat mencapai 10%. Hal ini mendorong Sucor Sekuritas untuk memasang target harga saham ANTM sebesar Rp 5.500, jauh di atas harga terakhir Rp 2.620.
