OKX Gabungkan Transparansi Cadangan Aset dan Perlindungan Akun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Platform aset kripto global OKX mencatatkan 48 laporan Proof of Reserves (PoR) bulanan secara berturut-turut sejak November 2022. Dalam laporan ke-48, OKX mencatatkan aset utama senilai US$29,4 miliar dengan rasio cadangan minimal 100% atau 1:1.
Bersamaan dengan pencapaian tersebut, OKX memperkenalkan OKX Shield, program perlindungan akun tanpa biaya tambahan yang menawarkan penggantian dana hingga US$500.000 untuk kasus pengambilalihan akun oleh pihak ketiga yang memenuhi persyaratan.
Melalui program Proof of Reserves, pengguna dapat memverifikasi bahwa aset yang disimpan di platform didukung oleh cadangan dengan rasio minimal 1:1. Verifikasi dilakukan menggunakan teknologi kriptografi zk-STARK dan alat verifikasi mandiri berbasis open-source.
Dalam laporan ke-48, rasio cadangan Bitcoin (BTC) tercatat sebesar 110%, XRP 107%, Tether (USDT) 105%, Solana (SOL) 105%, USD Coin (USDC) 101%, Dogecoin (DOGE) 101%, Ethereum (ETH) 100%, dan OKB 100%.
Baca Juga
Bidik Penguatan Stablecoin dan Likuiditas, Circle hingga Standard Chartered Investasi di OKX
OKX dalam siaran pers, Minggu (1/11/2026) menyatakan, mekanisme verifikasi tersebut memungkinkan pengguna memeriksa saldo secara mandiri melalui pengecekan Merkle inclusion dan kepemilikan wallet. Proses verifikasi saldo pribadi diklaim dapat dilakukan dalam waktu kurang dari dua menit.
Sementara itu, OKX Shield dirancang untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap akun pengguna. Program ini menggabungkan pengaturan keamanan akun, pemantauan status perlindungan, serta mekanisme penggantian dana apabila terjadi pengambilalihan akun yang memenuhi ketentuan.
Besaran penggantian dana disesuaikan dengan tingkatan pengguna. Pengguna reguler dapat memperoleh penggantian hingga US$100.000, pengguna VIP 1–3 hingga US$250.000, sedangkan pengguna VIP 4–6 hingga US$500.000.
Adapun kasus yang berpotensi memenuhi syarat penggantian mencakup serangan phishing yang berujung pada penarikan aset tanpa izin, perangkat yang disusupi malware atau perangkat lunak kendali jarak jauh, serta insiden keamanan platform OKX yang telah diverifikasi.
Baca Juga
OKX Terbitkan PoR ke-46, Cadangan Aset Capai US$ 22,96 Miliar
Namun, perlindungan tersebut memiliki sejumlah pengecualian. OKX Shield tidak mencakup transaksi yang dilakukan atau disetujui sendiri oleh pengguna, kerugian akibat aktivitas perdagangan dan pergerakan pasar, maupun aset yang disimpan di OKX Wallet, OKX Pay, dompet penyimpanan mandiri (self-custody wallet), dan platform eksternal.
Penggantian juga tidak berlaku untuk insiden ketika kredensial dibagikan kepada pihak lain, penggunaan API key atau perangkat pihak ketiga yang telah diizinkan, serta kejadian ketika status OKX Shield tidak aktif.
Untuk mengaktifkan perlindungan, pengguna perlu memeriksa status keamanan akun, melengkapi pengamanan yang diwajibkan, menyetujui syarat dan ketentuan, serta mengaktifkan OKX Shield. Status perlindungan harus tetap aktif pada saat penarikan aset terjadi agar pengguna dapat mengajukan klaim sesuai ketentuan program.
