Rugi Bersih TBS Energi (TOBA) Turun, Bisnis Limbah dan Kendaraan Listrik Jadi Penopang
JAKARTA, investortrust.id – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) berhasil memangkas rugi bersih sebesar 72% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi US$35,4 juta pada sembilan bulan pertama 2026. Perbaikan kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan profitabilitas bisnis infrastruktur berkelanjutan, terutama pengelolaan limbah dan kendaraan listrik.
Hingga 30 September 2026, TBS Energi mencatatkan pertumbuhan laba kotor sebesar 105% (yoy) menjadi US$45,2 juta. Pencapaian tersebut sejalan dengan peningkatan margin laba kotor lebih dari dua kali lipat menjadi 18%, dibandingkan 8% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, EBITDA yang disesuaikan (adjusted EBITDA) perseroan tumbuh 39% (yoy) menjadi US$44,4 juta. Namun, pendapatan konsolidasian TOBA tercatat turun 11% (yoy) menjadi US$257,3 juta.
Baca Juga
TBS Energi (TOBA) Jadi Sorotan! Saham Melonjak, Analis Ungkap Arti Pendanaan BlackRock
Direktur sekaligus Chief Financial Officer TBS Energi Utama Juli Oktarina mengatakan, peningkatan profitabilitas tersebut menunjukkan transformasi strategis perseroan mulai menghasilkan pendapatan dengan kualitas lebih tinggi sesuai rencana manajemen.
Menurut dia, tiga bisnis infrastruktur berkelanjutan perseroan kini menjadi kontributor utama terhadap pendapatan dan EBITDA yang disesuaikan.
“Pada sembilan bulan pertama tahun ini, TBS terus membuktikan bahwa transformasi yang sedang dijalankan menghasilkan pendapatan yang berkualitas,” tuturnya, Jumat (30/10/2026).
Baca Juga
BlackRock Masuk ke Bisnis Pengelolaan Limbah TBS Energi (TOBA), Siapkan Investasi S$555 Juta
Juli menjelaskan, penurunan pendapatan konsolidasian terutama disebabkan oleh berkurangnya kontribusi pendapatan dari bisnis legacy perseroan. Meski demikian, TOBA berhasil meningkatkan laba kotor dan EBITDA yang disesuaikan sekaligus memangkas rugi bersih.
“Meskipun terdapat berbagai tantangan, kami bangga telah dapat mencatatkan peningkatan pada laba kotor serta EBITDA yang disesuaikan serta penyusutan rugi bersih. Ini menunjukkan, kami mulai menuai imbal hasil finansial dari transisi yang sedang berjalan,” ujarnya.
Bisnis Limbah dan Kendaraan Listrik
Sepanjang Januari-September 2026, bisnis infrastruktur berkelanjutan TBS Energi tetap menjadi penopang utama pendapatan dan profitabilitas perseroan.
Secara kolektif, bisnis pengelolaan limbah dan kendaraan listrik berkontribusi sebesar 66% terhadap pendapatan konsolidasian TOBA dan 71% terhadap EBITDA yang disesuaikan.
Baca Juga
Prabowo Tekankan Nilai Sumpah Pemuda dan Semangat Kebangsaan kepada Siswa SMA Taruna Nusantara
Juli menegaskan, pencapaian tersebut mencerminkan keberhasilan transisi perseroan dari bisnis legacy menuju bauran pendapatan dan profitabilitas baru dengan struktur yang lebih berkualitas, stabil, dan berkelanjutan.
Perbaikan laba juga dipengaruhi tidak berulangnya kerugian divestasi bisnis pembangkit listrik tenaga batu bara yang dibukukan pada 2025. Kerugian tersebut merupakan beban sewaktu, nonberulang, dan nonkas.
