Bitcoin Respons Positif Keputusan The Fed Tahan Suku Bunga, Data Ekonomi AS Jadi Penentu Arah Berikutnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga Bitcoin mengalami pemulihan pada Rabu (28/10/2026) setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya. Keputusan tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan pasar aset kripto di tengah perhatian investor terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Komite Federal Open Market Committee (FOMC) mengumumkan keputusan mempertahankan suku bunga di 3,75-4% dalam pertemuan kebijakan pada 28 Oktober 2026. Namun, keputusan tersebut tidak serta-merta menandakan bahwa bank sentral AS akan segera memangkas suku bunga.
Stabilitas suku bunga dapat mengurangi kekhawatiran pasar terhadap pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut. Kondisi tersebut berpotensi mendukung aset berisiko, termasuk Bitcoin, meskipun pergerakan harga tetap dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan kondisi pasar lainnya.
Menilik Coinmarketcap, Kamis (29/8/2026) pukul 07.45 WIB, Bitcoin berada di level US$ 81.050 usai menguat 0,5% dalam sehari, namun dalam sepekan masih tercatat minus 3,66%. Pasar kripto secara keseluruhan mengalami kenaikan dan secara total market cap ada di US$ 2,71 triliun, naik 0,42%.
Baca Juga
Bitcoin Menguat Tipis, Pasar Kripto Masih Dibayangi Tekanan Jual
Bitcoin merupakan aset yang sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga. Ketika suku bunga bertahan, daya tarik relatif instrumen pendapatan tetap dapat berubah, sehingga investor berpotensi menyesuaikan alokasi portofolio mereka ke aset lain.
Meski demikian, keputusan mempertahankan suku bunga tidak menjamin kenaikan harga Bitcoin secara berkelanjutan. Respons pasar juga bergantung pada ekspektasi investor terhadap kebijakan moneter berikutnya, perkembangan inflasi, serta kondisi pasar tenaga kerja AS.
Baca Juga
Bitcoin di Persimpangan, Analis Proyeksikan Level US$75.000 hingga US$100.000
Arah Kebijakan The Fed Jadi Perhatian
Pelaku pasar juga mencermati penjelasan Ketua The Fed Kevin Warsh dalam konferensi pers setelah pengumuman keputusan suku bunga. Pernyataan bank sentral mengenai prospek ekonomi dan arah kebijakan selanjutnya menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap likuiditas dan biaya pendanaan.
Penghentian kenaikan suku bunga perlu dibedakan dari pemangkasan suku bunga. Kebijakan menahan suku bunga berarti bank sentral mempertahankan tingkat suku bunga pada level saat ini, sedangkan pemangkasan merupakan langkah pelonggaran kebijakan moneter.
Perbedaan tersebut penting bagi pasar kripto karena perubahan ekspektasi kebijakan moneter dapat memengaruhi selera risiko investor. Namun, dampaknya terhadap Bitcoin tidak selalu berlangsung searah dan dapat berubah mengikuti perkembangan ekonomi maupun sentimen pasar.
Ke depan, investor akan mencermati data inflasi dan ketenagakerjaan AS serta pernyataan pejabat The Fed untuk memperkirakan arah kebijakan moneter berikutnya. Pergerakan arus dana ETF Bitcoin, aktivitas perdagangan derivatif, dan indikator pasar lainnya juga dapat menjadi bahan evaluasi terhadap keberlanjutan pemulihan harga Bitcoin. Alhasil, penguatan Bitcoin dinilai belum cukup untuk memastikan perubahan tren jangka panjang.
