Darma Henwa (DEWA) Punya Dua Katalis Besar, Potensi Cuan Sahamnya 105%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menunjukkan prospek menjanjikan, seiring keberhasilan strategi internalisasi armada yang mendorong peningkatan margin EBITDA, pertumbuhan volume produksi dari proyek Sebuku, serta peluang perolehan kontrak baru pertambangan batu bara dan nikel.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham DEWA dengan target harga Rp 530 per saham. Target ini didasarkan metode sum-of-the-parts (SOTP). Dengan target ini, potensi penguatan saham DEWA lebih dari 105% didasarkan harga penutupan saham kemarin Rp 258. Saat ini, saham DEWA diperdagangkan pada valuasi 6,4 kali estimasi rasio harga terhadap laba atau price-to-earnings ratio (P/E) 2027.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dan Taufan Fadhillah mengatakan, target tersebut didukung oleh perbaikan efisiensi operasional, ekspansi margin, dan potensi percepatan pertumbuhan laba pada 2027. Pada kuartal III-2026, EBITDA DEWA meningkat 27,5% secara kuartalan (quarter-on-quarter/qoq) menjadi Rp 626 miliar. Pertumbuhan ini melampaui kenaikan pendapatan sebesar 14,4% qoq.
Baca Juga
Ekspansi Tambang, Abadi Nusantara (PACK) Siapkan Dua Aksi Koporasi Jumbo Ini
Secara bisnis, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, strategi internalisasi armada DEWA mulai memberikan keputusan positif terhadap kinerja operasional dan profitabilitas perseroan. Peningkatan tersebut didukung oleh kontribusi penuh internalisasi armada di Bengalon selama satu kuartal dan kondisi cuaca yang mendukung efisiensi operasional. Perseroan juga telah mencapai 100% pergerakan material yang dikerjakan secara internal.
“Perkembangan ini memperkuat prospek perbaikan profitabilitas DEWA seiring meningkatnya efisiensi operasional. Meski demikian, biaya pendanaan yang masih tinggi menjadi faktor yang menekan laba bersih perseroan,” tulisnya.
Selain efisiensi armada, dia mengatakan, proyek Sebuku menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan operasional DEWA. Proyek tersebut mulai berjalan pada Agustus 2026. Untuk tahun ini, manajemen menargetkan volume pengupasan lapisan penutup atau overburden removal sebesar 8 juta–10 juta bank cubic meter (mbcm). Target tersebut sejalan dengan estimasi BRI Danareksa Sekuritas sebesar 8 mbcm.
Pada 2027, DEWA menargetkan volume pengupasan lapisan penutup di Sebuku mencapai 30 juta–35 juta bcm. Dengan demikian, proyek ini memberikan landasan pertumbuhan volume yang telah teridentifikasi untuk periode mendatang. Di luar Sebuku, DEWA juga membidik peluang kontrak baru pertambangan batu bara di Sumatra Selatan serta pertambangan nikel di Halmahera Timur, Maluku Utara. “Perolehan kontrak-kontrak tersebut dapat menjadi katalis tambahan bagi pertumbuhan pendapatan dan laba DEWA pada 2027,” tulisnya.
Baca Juga
Saham Darma Henwa (DEWA) Berpotensi Meroket, Target Harga Dipantok Rp 700
Dalam skenario optimistis, kemenangan pada sejumlah tender berpotensi menambah volume pergerakan material hingga 61,4 mbcm per tahun. Tambahan volume tersebut diperkirakan dapat meningkatkan sejumlah indikator kinerja keuangan DEWA pada 2027 dibandingkan skenario dasar atau base case BRI Danareksa Sekuritas.
Pendapatan perseroan tahun 2027 berpotensi meningkat 25,6% atau bertambah Rp 3,02 triliun, EBITDA tahun berikutnya berpotensi meningkat 32,8% atau bertambah Rp1,33 triliun, dan laba bersih disesuaikan tahun depan berpotensi meningkat 54,5% atau bertambah Rp 896 miliar.
Baca Juga
MSCI Ultimatum RI: Bukan Cuma Ubah Aturan, Bad Actors Harus Disingkirkan!
“Proyeksi tersebut merupakan skenario optimistis yang bergantung pada keberhasilan DEWA memperoleh kontrak baru. Dengan demikian, realisasi pertumbuhan pendapatan dan laba akan dipengaruhi oleh hasil tender serta pelaksanaan kontrak,” tulisnya.
Selain peluang kontrak baru, Gayo Mineral Resources juga memberikan potensi tambahan nilai bagi DEWA dalam jangka panjang. Kombinasi perbaikan margin dan pertumbuhan volume memberikan ruang bagi peningkatan kinerja keuangan DEWA.
