Dua Sekuritas Ini Sematkan Rekomendasi Beli Saham Darma Henwa (DEWA), Intip Faktor Pendorong Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id –Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mendapat rekomendasi beli dari Samuel Sekuritas Indonesia dan BRI Danareksa Sekuritas. Rekomendasi tersebut menggambarkan dimulainya fase penguatan kinerja operasional dan keuangan perseroan.
Samuel Sekuritas merekomendasikan beli saham DEWA dengan target harga Rp 600 per saham. Dengan harga DEWA pada perdagangan sesi I Kamis (20/8/2026) di level Rp 456 per saham, target tersebut menyiratkan potensi kenaikan sekitar 31,58%.
Begitu juga dengan BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham DEWA, namun menurunkan target harga berbasis sum-of-the-parts (SOTP) menjadi Rp 530 per saham dari sebelumnya Rp 550 per saham.
Baca Juga
Intip Target Saham Darma Henwa (DEWA) Usai Kinerja Operasioan dan Keuangan Melesat
Rekomendasi beli tersebut didukung sejumlah faktor. Samuel Sekuritas menilai kinerja operasional DEWA berpotensi memasuki fase penguatan mulai kuartal III 2026. Penguatan tersebut ditopang peningkatan volume pekerjaan dan normalisasi biaya operasional.
Tiga katalis utama yang dinilai dapat mendorong kinerja DEWA adalah kontribusi penuh 26 juta bcm porsi PAMA di proyek KPC, normalisasi Opex, serta tambahan pekerjaan di Sebuku. “Kontribusi penuh porsi 26 juta bcm PAMA di KPC mulai berjalan sejak akhir Mei 2026 dan menjadi salah satu pendorong utama kinerja DEWA pada kuartal III 2026,” tulis Samuel Sekuritas.
Sementara itu, tambahan pekerjaan di Sebuku diperkirakan mencapai hingga 55 juta bcm waste removal, meningkat sekitar 40%. Tambahan pekerjaan tersebut juga berpotensi mendorong volume produksi batu bara hingga 5 juta ton atau sekitar 29%. Selain katalis tersebut, DEWA mendapatkan potensi tambahan pertumbuhan kinerja dari proyek jasa pertambangan nikel di Sulawesi serta pengembangan tambang emas Gayo di Aceh.
Armada Milik Sendiri Dipercepat
BRI Danareksa Sekuritas menilai percepatan internalisasi armada menjadi salah satu faktor penting yang menopang pertumbuhan DEWA. Namun demikian BRI Danareksa Sekuritas memilih untuk merevisi target harga harga saham DEWA, seiring dengan belanja modal (capital expenditure/capex) yang lebih besar di awal.
Baca Juga
IHSG Sesi I Terbang 1,47% Dekati Level 6.500, Saham Komoditas Emas Jadi Penyumbang Utama
Proyeksi capex tahun ini direvisi naik menjadi Rp 2,55 triliun dari sebelumnya Rp 833 miliar. Adapun peningkatan depresiasi dan biaya pembiayaan dalam jangka pendek diperkirakan memangkas proyeksi laba bersih tahun ini sebesar 9,7% menjadi Rp676 miliar.
Namun, percepatan penggunaan armada milik sendiri diproyeksikan memperluas margin EBITDA menjadi 30,1% pada FY26F dan 34,3% pada tahun 2027. Kondisi tersebut turut mendorong proyeksi laba bersih tahun depan naik 7,6% menjadi Rp 1,64 triliun atau tumbuh 143% secara tahunan.

