OJK Laporkan Kondisi Pasar Modal Indonesia Pascapengumuman MSCI ke Prabowo
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi melaporkan kondisi pasar modal pascapengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) kepada Presiden Prabowo Subianto. Kiki, sapaan Friderica Widyasari Dewi menjelaskan kepada Kepala Negara akan meneruskan reformasi pasar modal.
“Terkait dengan peningkatan transparansi, kemudian likuiditas,” kata Friderica, saat di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Baca Juga
Boy Thohir Borong 2,8 Juta Saham ESSA, ADRO, dan AADI di Tengah Guncangan MSCI
Menurut Friderica, terdapat pesan khusus dari Prabowo tentang bagaimana OJK harus terus menegakkan pelaku pelanggaran di pasar modal dan perdagangan saham terkoordinasi.
“Sehingga kita akan semakin terus menegakkan kredibilitas, integritas, dan juga terus melakukan enforcement,” kata dia.
Friderica mengatakan OJK akan memberikan efek jera terhadap pelaku pelanggaran di pasar modal. Dengan cara itu, diharapkan pasar modal Indonesia semakin likuid, semakin transparan, dan menjadi tempat investasi yang baik.
“Baik itu foreign maupun domestik,” ucap dia.
Friderica melihat investor domestik sudah mencapai 32,7 juta single investor identification (SID). Para investor domestik itu, kata Friderica, menaruh harapan besar agar pasar modal Indonesia ke depan bisa menjadi tempat investasi untuk jangka panjang.
Diberitakan, OJK dan self regulatory organizations (SRO) pasar modal menggelar dialog dengan sejumlah pelaku pasar modal, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (18/10/2026).
Friderica dalam kesempatan itu mengatakan pentingnya dialog yang terbuka dan konstruktif antara regulator dan pelaku pasar guna mengidentifikasi berbagai masukan serta aspek-aspek yang perlu mendapat perhatian dalam menjaga kepercayaan dan memperkuat pasar modal Indonesia.
“Regulator tidak hanya hadir untuk menyampaikan kebijakan kepada pelaku pasar. Kami justru ingin mendengar masukan dan pandangan secara terbuka, termasuk berbagai hal yang mungkin belum kami ketahui. Masukan tersebut penting untuk memperkuat langkah kita bersama dalam mengembangkan dan memperkuat pasar modal dalam negeri,” ujar Friderica.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyampaikan OJK bersama SRO dan pelaku pasar modal menyatakan komitmennya untuk terus melanjutkan dan memperkuat implementasi aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia. Langkah tersebut mencakup penguatan transparansi pasar dan komunikasi dengan penyedia indeks global serta investor, termasuk untuk menindaklanjuti sejumlah masukan terhadap pasar modal Indonesia.
Hasan menambahkan penguatan integritas pasar modal juga telah dilakukan melalui penegakan hukum yang terukur. Pada 16 Oktober 2026, OJK telah mengumumkan pengenaan sanksi administratif berupa denda dengan total Rp2,1 triliun terhadap pihak-pihak terkait pelanggaran di pasar modal.
Baca Juga
Danantara Tak Mundur! Investasi Pasar Modal Berlanjut di Tengah Tekanan MSCI
Menurut Hasan, pengenaan sanksi tersebut merupakan bagian dari proses pemeriksaan yang telah dilakukan OJK, serta bukan semata-mata sebagai respons reaktif terhadap dinamika pasar terkini. Langkah penegakan hukum menjadi bagian dari komitmen OJK untuk memperkuat integritas pasar modal dan menjaga kepercayaan investor.
“Pasar modal kita adalah rumah dan milik kita bersama. Berbagai tekanan yang dihadapi perlu kita respons dengan solusi yang konstruktif. Dalam kondisi ini, kita harus bersama-sama dan bersatu untuk memberikan respons yang terukur, serta menghadirkan fakta dan rasionalitas sebagai penyeimbang sentimen pasar,” ujar Hasan.
