Bikin Melongo! Low Tuck Kwong Jual Saham Bayan (BYAN) di Rp 2.588 usai Borong di Harga Rp 11.200
JAKARTA, investortrust.id – Pengendali PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong, tercatat melakukan transaksi penjualan saham dengan nilai mencapai Rp1,68 triliun. Transaksi tersebut membuat kepemilikan sahamnya di emiten batu bara itu turun dari 10,25% menjadi 8,30%.
Selain Low Tuck Kwong, Elaine Low juga tercatat melakukan transaksi saham BYAN senilai Rp43,13 miliar. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham Elaine Low turun dari 22,05% menjadi 22%. Harga jual saham BYAN ditetapkan di level Rp 2.588 atau jauh di bawah harga penutupan kemarin.
Berdasarkan data transaksi yang tersedia, nilai penjualan saham Low Tuck Kwong sekitar Rp1,68 triliun. Sementara itu, nilai transaksi Elaine Low tercatat sebesar Rp 43,13 miliar. Transaksi penjualan saham oleh bapak dan anak tersebut dilakukan di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (15/6/2026).
Baca Juga
Low Tuck Kwong Jual BYAN Rp2.588, Beli Lagi Rp11.200, Ada Apa?
Transaksi kedua pihak tersebut turut mengubah persentase kepemilikan saham mereka di BYAN. Porsi kepemilikan Low Tuck Kwong berkurang 1,95 poin persentase, sedangkan kepemilikan Elaine Low turun 0,05 poin persentase.
Penjualan tersebut terlihat aneh, apalagi pada 13-14 Oktoberi, Low Tuck Kwong memborong saham BYAN senilai Rp1,126 triliun pada 13-14 Oktober. Dirinya memborong saham BYAN dengan harga pelaksanaan Rp 11.200 per saham atau jauh di atas harga penjualan kemarin.
Berdasarkan data transaksi 13–14 Oktober 2026, Low Tuck Kwong membeli total 100,501 juta saham BYAN dengan nilai mencapai Rp 1,126 triliun. Harga pembelian itu jauh lebih tinggi dibandingkan harga Rp2.588 per saham yang digunakan dalam transaksi penjualan sebelumnya.
Baca Juga
Haji Isam Tuntaskan Akuisisi 30,25% Saham Bayan (BYAN) Rp 26,1 Triliun dari Low Tuck Kwong
Secara nominal, terdapat selisih harga Rp 8.612 per saham antara transaksi penjualan dan pembelian tersebut. Harga pembelian Rp11.200 per saham itu sekitar 333% lebih tinggi dibandingkan harga penjualan Rp2.588 per saham.
Pada 13 Oktober 2026, Low Tuck Kwong kembali membeli 500 ribu saham BYAN dengan harga Rp11.200 per saham. Nilai transaksi tersebut mencapai Rp 5,6 miliar. Sehari kemudian, pada 14 Oktober 2026, dia kembali membeli 100,001 juta saham BYAN dengan harga yang sama. Nilai pembelian ini mencapai Rp1,12 triliun. Dengan demikian, total pembelian dalam dua transaksi tersebut mencapai 100,05 juta saham senilai Rp1,126 triliun.
Sebelumnya, Samsudin Andi Arsyad atau yang dikenal sebagai Haji telah resmi menjadi pemegang 10,08 miliar saham atau 30,25% saham Bayan (BYAN) senilai Rp 26,05 triliun. Saham BYAN dibeli dengan harga Rp 2.588 yang dirampungkan melalui pasar negosiasi di BEI pada 7 Oktober 2026. Aksi ini menjadikan total saham BYAN yang dikuasai Low Tuck turun dari 40,15% menjadi 9,95%.
