Reliance Sekuritas Jagokan 4 Saham, Ada BBRI hingga ENRG
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026), cenderung melemah dengan rentang pergerakan 5.804-5.907. Saham BBRI, BRMS, AMMN, dan ENRG direkomendasikan beli. IHSG juga terpengaruhi usulan MSCI terhadap pengalihan pasar saham Indonesia menjadi standalone market.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, IHSG membentuk candle pattern bearish, di bawah MA5 Stochastic, dan death cross pada area deep oversold. Pola ini indikasikan pelemahan hari ini. Sebaliknya kenaikan pasar Wall Street jadi sentimen positif, seiring peluang peralihan investor ke saham sektor kesehatan dan konsumer.
Baca Juga
Merdeka Gold (EMAS) Genjot Produksi Emas, Kapasitas Pani Gold Mine Bakal Tembus 700 Ribu Ons!
Terkait saham pilihan, Reliance Sekuritas merekomendasikan beli saham BBRI dengan target harga Rp 3.490, BRMS dengan target harga Rp 620, AMMN dengan target harga Rp 4.950, dan ENRG dengan target harga Rp 1.040.
Kemarin, IHSG ditutup turun signifikan 63,24 poin (1,33%) menjadi 5.863. Sebaliknya pemodal asing justru mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 567,96 miliar. Net buy terbanyak melanda saham BBCA senilai Rp 286,10 miliar, BBRI mencapai Rp 90,73 miliar, dan ENRG senilai Rp 72,32 miliar.
Baca Juga
MSCI Pertimbangkan RI Masuk Standalone Market seperti Bosnia dan Panama, Apa Artinya?
Pelemahan dipicu kejatuhan hampir seluruh saham big cap bersamaan dengan kejatuhan pasar saham Asia. Sejumlah big cap dengan kejatuhan dalam, yaitu saham BREN jatuh 6%, TEBE anjlok 14,65%, TPIA jatuh 5,67%, DSSA jatuh lebih dari 6%, BBCA jatuh hampir 1%, dan BYAN jatuh hampir 3%.
Meski IHSG terjerembab, beberapa saham ini justru berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham AKKU melesat 34,62% menjadi Rp 105, BSWD naik 25% menjadi Rp 4.500, ALDO naik 24,92% menjadi Rp 1.955, PTSP naik 24,72% menjadi Rp 1.665, dan TFCO naik 24,61% menjadi Rp 2.000.
