Resmi Berganti Nama, Saham Fortune (FITT) Disebut Menuju Level Ini
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Fortune Resources Investment Tbk (FITT) disebut menuju Rp 500 setelah resmi bertransformasi bisnis menjadi perusahaan pertambangan dan berganti nama. Perseroan juga telah menuntaskan akuisisi PT Venturi Tambang Perkasa (VTP).
Seorang sumber menyebutkan bahwa keberhasilan bertransformasi bisnis tersebut akan dimanfaatkan sejumlah pihak untuk mengerek naik harga saham FITT. Fortune Resources sebelumnya bernama PT Hotel Fitra International Tbk (FITT). Kemudian berganti nama setelah bertransformasi bisnis dari sektor perhotelan menjadi perusahaan induk investasi (investment holding) di sektor jasa pertambangan.
Baca Juga
MedcoEnergi (MEDC) Akuisisi 10% Hak Partisipasi di 4 Blok Gas Cekungan Kutai dari Eni
Direktur FITT Ou Yang sebelumnya mengatakan, akuisisi VTP diharapkan mampu mengubah struktur bisnis perseroan menjadi lebih menguntungkan dan berkelanjutan. "Kami berharap melalui akuisisi ini terjadi pembalikan struktural dari hotel yang merugi menuju bisnis jasa tambang yang lebih menguntungkan dan berkelanjutan," ujar Ou Yang dalam keterangan resmi dikutip Sabtu (27/6/2026).
VTP merupakan perusahaan jasa penunjang pertambangan dengan model bisnis business to business (B2B) berbasis volume produksi (wet metric ton/WMT) dan kontrak jangka menengah hingga panjang. Operasional perusahaan berlokasi di Luwuk, Sulawesi. Sepanjang 2025, VTP membukukan pendapatan sebesar Rp128,7 miliar dengan laba operasional sekitar Rp36 miliar. Total aset perusahaan tercatat Rp169 miliar, sedangkan volume produksi nikel mencapai 742.321 ton.
Baca Juga
BI: Rupiah Masih Bergerak Sejalan dengan Mata Uang di Kawasan
Untuk mendukung transaksi akuisisi tersebut, FITT akan melepas dua anak usaha, yakni PT BMP dan PT FAW. Perseroan menjual 99,99% saham BMP kepada PT Berkarya Bersama Servindo senilai Rp21,9 miliar serta 99,96% saham FAW kepada PT Pratama Global Servindo senilai Rp46,9 miliar. Dana hasil divestasi tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi 50% saham VTP dari PT Sheng Yue Hengli senilai Rp46,5 miliar, sementara sisanya dialokasikan untuk restrukturisasi utang perseroan.
Ke depan, FITT menargetkan transformasi menjadi investment holding berbasis sektor pertambangan melalui tiga tahap strategi. Yakni integrasi dan restrukturisasi bisnis dalam satu hingga dua tahun, ekspansi dan diversifikasi usaha dalam tiga hingga lima tahun, termasuk membuka peluang peningkatan kepemilikan saham di VTP menjadi lebih dari 50%, serta konsolidasi ekosistem bisnis pertambangan dalam jangka panjang.
