Bidik Penguatan Stablecoin dan Likuiditas, Circle hingga Standard Chartered Investasi di OKX
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Platform aset kripto global OKX memperoleh investasi strategis dari Circle, Qube Research & Technologies (QRT), Ripple, dan SC Ventures by Standard Chartered dengan valuasi pra-pendanaan (pre-money valuation) sebesar US$ 25 miliar. Nilai investasi dari masing-masing investor tidak diungkapkan.
Investasi tersebut memperluas putaran pendanaan strategis OKX yang sebelumnya melibatkan Intercontinental Exchange (ICE), induk perusahaan New York Stock Exchange (NYSE), pada Maret 2026.
OKX dalam siaran pers Jumat (9/10/2026) menyatakan, investasi terbaru ini memperkuat hubungan perusahaan dengan sejumlah penyedia infrastruktur keuangan, terutama di bidang stablecoin, likuiditas, pembayaran, dan kustodian aset digital.
Circle merupakan penerbit stablecoin USDC yang telah terintegrasi di platform OKX. Sementara itu, QRT merupakan perusahaan investasi multistrategi global yang menjadi salah satu mitra institusional OKX dalam penyediaan likuiditas serta pengembangan produk dan pasar baru.
Baca Juga
Tak Arahkan Jumlah Bursa Kripto, OJK Tegaskan Penambahan Mengacu Aturan P2SK
Adapun Ripple membawa kapabilitas di bidang pembayaran, likuiditas, dan infrastruktur stablecoin. Stablecoin RLUSD milik Ripple telah tersedia dalam unified order book OKX.
Sementara itu, SC Ventures by Standard Chartered berperan sebagai kustodian BUIDL, dana berbasis aset keuangan tokenisasi yang dikembangkan BlackRock dan menjadi bagian dari kerangka jaminan yang diluncurkan bersama OKX.
Pendanaan tersebut sejalan dengan upaya OKX memperluas bisnis dari bursa aset kripto menjadi platform teknologi keuangan yang mencakup perdagangan, pembayaran, dan tokenisasi aset dunia nyata (real world assets).
Founder dan CEO OKX Star Xu mengatakan, perusahaan ingin menggabungkan teknologi kripto dengan standar layanan yang diharapkan pengguna dari institusi keuangan global.
Menurut dia, investasi strategis tersebut memberikan tambahan modal bagi perusahaan untuk melanjutkan ekspansi dan mengembangkan tokenisasi aset dunia nyata.
Baca Juga
OKX Laporkan Cadangan Capai US$ 27,4 Miliar, Perkuat Sistem Keamanan Berbasis AI
Di sisi investor, CEO Circle Jeremy Allaire mengatakan, integrasi USDC di OKX menunjukkan potensi kolaborasi antara infrastruktur dolar yang teregulasi dan platform perdagangan aset digital.
QRT juga menilai investasi tersebut mencerminkan keyakinan terhadap prospek jangka panjang aset digital dan pasar yang beroperasi selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.
Sementara itu, SVP of Stablecoins Ripple Jack McDonald menyoroti peran stablecoin dalam infrastruktur keuangan global. Dia menilai platform berskala besar seperti OKX dapat berkontribusi terhadap perkembangan stablecoin, pembayaran, dan pasar institusional.
CEO SC Ventures by Standard Chartered Alex Manson menambahkan, partisipasi institusi dalam ekosistem aset digital membutuhkan infrastruktur tepercaya, termasuk layanan kustodian berstandar institusional.
OKX menilai keterlibatan keempat investor tersebut memperkuat kolaborasi di berbagai lapisan infrastruktur keuangan yang diperlukan untuk mendukung perkembangan pasar berbasis blockchain atau onchain.
