Saham Bayan (BYAN) Rp 26,1 Triliun Berpindah melalui Negosiasi BEI, Haji Isam Resmi Masuk?
JAKARTA, Investortrust.id – Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mendadak catatkan transaksi melalui pasar negosiasi senilai Rp 26,10 triliun pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (7/10/2026). Nilai transaksi jumbo tersebut memiliki jumlah saham yang sama dengan saham BYAN yang tercantum dalam perubahan Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) terkait Jhonlin.
Sebagaimana diketahui Low Tuck Kwong dan Elaine Low selaku pengendali sebelumnya telah menandatangani CSPA terkait penjualan sebanyak 10,08 miliar saham BYAN kepada PT Jhonlin Baratama yang dikendalikan Haji Isam.
Baca Juga
Haji Isam Tambah Saham Bayan (BYAN) yang Dibeli, Kini Capai 10,08 Miliar Saham
Berdasarkan data running trade pasar negosiasi, terdapat tiga transaksi saham BYAN dengan total 10.084.088.370 saham pada harga Rp2.588 per saham. Total nilai transaksi mencapai sekitar Rp26,10 triliun. Transaksi tersebut terjadi pada pukul 09:31:00, 09:38:08, dan 09:39:04. Rinciannya, transaksi pertama sebanyak 16.666.667 saham senilai Rp43,1 miliar, transaksi kedua sebanyak 5 miliar saham senilai Rp12,9 triliun, dan transaksi ketiga sebanyak 5.067.421.703 saham senilai Rp13,1 triliun.
Usai transaki negosiasi tersebut, saham BYAN mendadak melemah hingga mencapai level terendah intraday sesi I senilai Rp 13.208. Hal ini berbeda sebelum terjadi transaksi negosiasi, saham BYAN sempat melambung lebih dari 5% ke atas level Rp 14.200.
Besarnya transaksi negosiasi BYAN tersebut menjadi perhatian karena jumlah saham yang berpindah, yakni 10.084.088.370 saham, sama persis dengan jumlah saham dalam CSPA terbaru. Berdasarkan data sebelumnya, saham dalam CSPA awal tercatat 10.000.000.500 saham. Namun, setelah perubahan CSPA yang ditandatangani pada 1 Oktober 2026, jumlah saham yang akan dialihkan meningkat menjadi 10.084.088.370 saham.
Baca Juga
Haji Isam Masuk Bayan (BYAN), Prospek Saham BYAN Makin Positif Usai Tambahan RKAB
Jumlah tersebut sama dengan total saham BYAN yang ditransaksikan melalui pasar negosiasi pada 7 Oktober 2026. Harga transaksi juga tercatat Rp 2.588 per saham, meski harga saham tersebut tidak diungkapkan dalam keterbukaan informasi sebagai harga transaksi CSPA. Penyelesaian transaksi tersebut masih bergantung pada pemenuhan sejumlah conditions precedent atau kondisi pendahuluan.
Kemarin atau sebelum transaksi negoisasi ini, Low Tuck Kwong melaporkan telah merealisasi penjualan sebanyak 33,33 juta saham BYAN dengan harga pelaksanaan Rp 11.025 per saham. Dari penjualan tersebut, dirinya meraup dana hingga Rp 367,50 miliar.
