Saham BIKE Naik 24,38% Sepekan, Begini Penjelasan Manajemen
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Saham PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) mencatat penguatan signifikan dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga saham BIKE berada di level Rp 1.505 pada penutupan Jumat, (2/10/2026) atau melonjak naik 24,38% dalam sepekan dan melonjak 91,72% dalam sebulan.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI dikutip Minggu (4/10/2026), manajemen BIKE menyatakan pergerakan harga saham perseroan terbentuk berdasarkan mekanisme pasar.
“Perseroan menyampaikan bahwa pergerakan harga saham Perseroan di BEI pada dasarnya terbentuk berdasarkan mekanisme pasar, yaitu interaksi antara permintaan dan penawaran saham, serta dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bersifat fundamental maupun nonfundamental,” tulis manajemen.
Baca Juga
Top Gainers Saham Sepekan: BIKE Meroket 89%, SAFE dan POLU Ikut Melaju
Manajemen menyatakan tidak dapat memastikan maupun menyimpulkan perubahan harga saham dalam periode tertentu disebabkan oleh satu faktor tertentu, kecuali terdapat informasi atau data pasar yang secara objektif mendukung kesimpulan tersebut.
Terkait pemberitaan media dan public expose yang berpotensi memengaruhi harga saham, manajemen BIKE menyatakan informasi yang telah disampaikan perseroan merupakan informasi yang benar. Salah satunya terkait transformasi bisnis dan rencana pengembangan kawasan Pasar Minggu.
PT Ratu Karya, entitas anak BIKE, telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Perumda Pasar Jaya pada 17 September 2026. MoU tersebut merupakan kesepahaman awal untuk mempersiapkan kerja sama pengembangan kawasan Pasar Minggu.
“Dengan adanya kegiatan tersebut dapat menjadikan optimisme publik untuk turut berinvestasi,” kata manajemen.
Meski demikian, manajemen BIKE menyatakan hingga tanggal tanggapan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material lain yang belum diungkapkan kepada BEI yang dapat memengaruhi harga saham perseroan maupun keputusan investasi pemodal.
Mengacu kinerja keuangan, BIKE mencatat pendapatan neto sebesar Rp121,12 miliar. Namun, perseroan masih membukukan rugi bersih sebesar Rp19,18 miliar.
Pada periode tersebut, BIKE mencatat total aset Rp98,02 miliar, total liabilitas Rp32,50 miliar, dan total ekuitas Rp65,52 miliar.
Manajemen mengatakan perseroan terus mengevaluasi kondisi operasional dan keuangan serta menjalankan pengembangan usaha secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi keuangan.
Perseroan juga menyatakan akan memberikan pembaruan hasil laporan keuangan konsolidasi dalam beberapa minggu ke depan.
Sementara itu, setelah periode laporan keuangan terakhir yang disampaikan kepada BEI, BIKE menyatakan belum memiliki perolehan kontrak atau sumber pendapatan baru yang signifikan maupun transaksi material yang belum diungkapkan kepada bursa.
Baca Juga
IHSG Akhir Pekan Ditutup Turun Tipis 3 Poin, Saham LABA, SSTM, dan BIKE Cetak ARA
Perseroan masih melakukan penjajakan dan evaluasi terhadap berbagai peluang usaha dan kerja sama. Namun, kegiatan tersebut masih berada pada tahap pembahasan dan evaluasi sehingga belum menjadi kontrak atau transaksi yang terealisasi.
Dalam menjalankan transformasi bisnis, BIKE tengah melakukan pengembangan kegiatan usaha secara bertahap dengan tetap mempertahankan bisnis yang selama ini dijalankan.
Pengembangan tersebut mencakup pengembangan usaha eksisting, diversifikasi lini usaha, pengembangan usaha berbasis energi dan teknologi, sinergi dengan kelompok usaha, serta penguatan sumber pendanaan.
