IHSG Awal Oktober Terjun 1,02% Jadi 6.009, Mayoritas Sektor Saham Kembali Jatuh
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (1/10/2026), ditutup terjun 61,64 poin (1,02%) menjadi 6.009. Bahkan, IHSG intraday sesi II sempat terjum ke level 5.973 atau terendah terhitung sejak 14 Juli 2026.
Penurunan indeks berbanding terbalik dengan pasar saham Asia yang cenderung naik. Pelemahan indeks juga dipicu minimnya nilai transaksi harian hanya mencapai Rp 9,63 triliun. Penurunan ini juga dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham.
Baca Juga
Fokus Ekspansi Bisnis di DN, Adaro Andalan (AADI) Merampungkan Divestasi Kestrel di Australia
Penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan saham sektor teknologi sebanyak 3,93%, sektor transportasi 2,02%, sektor property melemah 1,17%, sektor material dasar melemah 1,99%, sektkor industry turun 1,81%, sektor infrastruktur turun 0,83%, kesehatan turun 0,64%, sektor konsumer primer turun 0,10%, dan sektor keuangan ditutup stagnan. Sebaliknya sektor energi naik tipis 0,32%.
Sebaliknya saham dengan torehan kenaikan harga pesat hari ini, yaitu saham MGNA naik 35% menjadi Rp 189, AKKU naik 32,35% menjadi Rp 45, CCSI naik 25% menjadi Rp 470, ROCK naik 24,74% menjadi Rp 2.370, BLTZ naik 24,68% menjadi Rp 2.880, dan SAFE menguat 24,56% menjadi Rp 710.
Baca Juga
Bahlil Lahadalia Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Punya Harta Kekayaan Rp 337 Miliar
Kemarin, IHSG ditutup turun sebanyak 50,56 poin (0,83%) ke level 6.071 disertai dengan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 1,61 triliun oleh investor asing. Net sell terbanyak melanda saham big cap, seperti BBCA senilai Rp 231,10 miliar, TLKM mencapai Rp 225,11 miliar, dan BMRI mencapai Rp 205,94 miliar.
Penurunan juga dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor teknologi turun 2,76%, sektor konsumer primer melemah 2,36%, sektor energi turun 1,35%, sektor keuangan melemah 0,60%, sektor infrastruktur turun 0,36%, sektor transportasi 0,70%, sektor property 0,36%, dan sektor material dasar turun 0,28%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor industry sebanyak 1,17% dan sektor konsumer non primer naik 0,15%.
Sedangkan saham dengan kenaikan harga paling pesat hari ini melanda saham AIMS naik 25% menjadi Rp 605, SAFE naik 25% menjadi Rp 570, BSWD naik 24,68% menjadi Rp 2.880, BLTZ naik 24,53% menjadi Rp 2.310, dan CCSI naik 24,50% menjadi Rp 376.
