IHSG Ditutup Anjlok 0,75%, Mayoritas Sektor Saham Jatuh
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (7/10/2026), ditutup anjlok 46,21 poin (0,75%) menjadi 6.146. Rentang pergeraekan 6.136-6.214 dengan nilai transaksi Rp 8.50 triliun.
Penurunan dipicu atas aksi ambil untung sejumlah saham oleh investor setelah terjadi kenaikan dalam dua hari beruntun. Penurunan juga sejalan dengan kejatuhan hampir seluruh pasar saham Asia. Tekanan terbesar datang dari saham BYAN dengan penurunan 6,69%, UANG turun 13,19%, UNTR melemah 2,50%, MORA 2,23%, dan DSSA melemah 3%.
Baca Juga
FLPP Tembus 166.938 Unit Senilai Rp 20,79 Triliun, Jabar Tertinggi dengan 39.140 Rumah
Pelemahan juga dipicu kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi turun 1,56%, sektor material dasar turun 1,15%, sektor industry turun 1,11%, sektor konsumer primer turun 1,21%. Penurunan juga melanda saham sektor property 0,70%, sektor teknologi melemah 0,45%, sektor infrastruktur turun 0,85%, sektor transportasi turun 0,87%, sektor konsumer non primer melemah 0,37%, sektor keesehatan melemah 0,07%. Sebaliknya saham sektor keuangan naik tipis 0,02%.
Adapun saham dengan penguatan paling pesat di tengah penurunan tersebut, yaitu saham AKKU menguat 33,96% menjadi Rp 71, ASMI naik 33,33% menjadi Rp 44, PGLI naik 24,53% menjadi Rp 396, MPXL menguat 20,61% menjadi Rp 316, dan INCI melesat 20,59% menjadi Rp 1.025.
Kemarin, IHSG berhasil menguat 1,21% ke level 6.192,93 melanjutkan penguatan tiga hari beruntun setelah sebelumnya menguji area psikologis 6.000. Penguatan ditopang kenaikan sebanyak 489 saham serta didukung sejumlah sektor, seperti transportasi (+3,16%), teknologi (+3,09%), dan energi (+2,67%). Namun, investor asing masih mencatat net sell sekitar Rp 597miliar, sehingga rebound masih perlu dikonfirmasi oleh perbaikan foreign flow.
Baca Juga
100% Saham Pengendali Jhonlin Agro Raya (JARR) Milik Haji Isam Digadaikan ke Bank Mandiri (BMRI)
Lompatan juga didukung kenaikan pesat saham BYAN sebanyak 9,80% menjadi Rp 13.450, AMMN sebanyak 6,89% menjadi Rp 4.500, MORA menguat 7,82% menjadi Rp 5.100, saham ALKA naik 19.74% menjadi Rp 6.825, dan INKP menguat 3,68% menjadi Rp 8.450.
Seiring dengan lompatan IHSG ini, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan harga sifnifikan, yaitu saham TRUE naik 34,78% menjadi Rp 62, POLA naik 34,15% menjadi Rp 110, ASMI menguat 32% menjadi Rp 33, BTEK naik 27,27% menjadi Rp 14, CSMI naik 25% menjadi Rp 515, IFSH menguat 24,47% menjadi Rp 2.060, KDTN menguat 23,58% menjadi Rp 655, dan BEKS menguat 23,33% menjadi Rp 37.
