IHSG September 2026 Anjlok 6,95%, Net Sell Asing Tembus Rp10,24 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami tekanan berat sepanjang September 2026. IHSG anjlok 454 poin atau 6,95% dari level 6.525 menjadi 6.071 pada akhir September 2026.
Penurunan tersebut memperpanjang pelemahan IHSG sepanjang Januari-September 2026 yang mencapai lebih dari 29,79%. Dengan kinerja tersebut, IHSG BEI tercatat sebagai indeks dengan kinerja terburuk di dunia sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Baca Juga
IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidasi Hari Ini, Tiga Saham Dipimpin EMAS Layak Dilirik
Tekanan IHSG sepanjang tiga kuartal 2026 terjadi seiring dengan penurunan seluruh sektor saham. Pelemahan terbesar terjadi pada sektor teknologi yang anjlok 38,40% sepanjang Januari-September 2026.
Selanjutnya, sektor properti melemah 36,73%, sektor infrastruktur turun 36%, sektor energi terkoreksi 30,59%, dan sektor kesehatan melemah 30,99%.
Sejumlah saham menjadi penekan utama pergerakan IHSG sepanjang sembilan bulan 2026. DSSA mencatat penurunan 75,51%, sedangkan BREN anjlok 70,10%. Saham BBCA melemah 24,77%, TLKM turun 34,20%, TPIA anjlok 75,21%, dan BRPT tertekan 57,03%. Sementara itu, FILM mencatat penurunan paling dalam hingga 05,69%. Tekanan pasar juga tercermin dari aksi jual investor asing yang semakin besar sepanjang September 2026.
Investor asing membukukan penjualan bersih atau net sell saham senilai Rp10,24 triliun di seluruh pasar sepanjang September. Net sell tersebut terdiri atas penjualan melalui pasar reguler sebesar Rp8,75 triliun dan pasar negosiasi Rp1,40 triliun.
Baca Juga
Brent Naik Lebih dari 14% Sepanjang September, Pasar Minyak Dibayangi Krisis BBM AS dan Konflik Iran
Kondisi tersebut berbalik dibandingkan dua bulan sebelumnya. Pada Agustus 2026, investor asing masih mencatat net buy saham sebesar Rp1,19 triliun. Sementara pada Juli 2026, investor asing membukukan net buy Rp1,61 triliun. Hal ini membuat net sell saham di BEI sepanjang Januari-September 2026 mencapai Rp 81,03 triliun atau setara US$4,53 miliar.
Sedangkan saham dengan torehan net sell terbanyak sepanjang September 2026, yaitu saham BMRI menjadi yang paling banyak dilepas investor asing dengan nilai net sell Rp1,87 triliun. Selanjutnya BBCA mencatat net sell Rp1,86 triliun, VICI Rp1,24 triliun, TLKM Rp1,12 triliun, dan UNSP Rp901,67 miliar.
Di tengah tekanan tersebut, sejumlah saham justru mencatat akumulasi pembelian bersih oleh investor asing. ANTM mencatat net buy terbesar mencapai Rp698,69 miliar, diikuti AADI sebesar Rp673,71 miliar. Selanjutnya CARE mencatat net buy Rp504,07 miliar, BBRI Rp403,26 miliar, dan TAPG Rp310,34 miliar.
