Finex: Risiko Trading Tak Hanya Datang dari Peretasan Akun
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Risiko kehilangan dana dalam aktivitas trading tidak selalu bermula dari akun yang diretas. Trader juga menghadapi risiko ketika kendali atas akun diserahkan kepada pihak lain atau ketika tidak memiliki perangkat yang mudah digunakan untuk membatasi posisi saat pasar bergerak cepat.
“Keamanan bukan cuma soal mencegah orang lain masuk. Ini juga soal memastikan trader punya kendali penuh atas akun dan posisinya sendiri. Itu sebabnya kami memperbarui dua hal ini bersamaan,” kata Direktur Utama Finex Agung Wisnuaji dalam pernyataan yang diterima Rabu, (30/9/2026).
Menurutnya, persoalan kehilangan kendali atas akun dapat muncul dalam berbagai bentuk. Di komunitas trader Indonesia, misalnya, terdapat pihak yang mengaku sebagai “manajer akun” profesional melalui Instagram atau WhatsApp. Mereka menawarkan keuntungan puluhan persen per bulan dan kemudian meminta akses penuh ke akun trading.
Modus lain muncul melalui grup sinyal berbayar yang mengandalkan pendapatan dari biaya langganan ribuan anggota, bukan hasil transaksi dari sinyal yang ditawarkan. Dalam kasus berbeda, penyetoran dana dapat berlangsung lancar, tetapi persoalan muncul ketika trader hendak menarik dananya.
Baca Juga
Finex Perluas Opsi Pembayaran Lokal untuk Penuhi Kebutuhan Utama 'Trader' di Indonesia
Risiko juga muncul dalam aktivitas trading itu sendiri. Ketika trader tidak menetapkan batas yang jelas mengenai kapan suatu posisi harus ditutup, keputusan dapat menjadi lebih sulit dilakukan ketika pergerakan pasar berlangsung cepat.
Kebutuhan untuk mempertahankan kendali tersebut menjadi salah satu fokus pembaruan aplikasi Android Finex yang dilakukan pada 10 September lalu. Pembaruan mencakup autentikasi dua faktor atau two-factor authentication (2FA), serta fitur manajemen stop-loss dan take-profit langsung dari grafik harga atau chart.
Melalui 2FA, jelas Agung, terdapat lapisan verifikasi tambahan untuk membantu melindungi akun dari akses tanpa izin, termasuk ketika kata sandi diketahui pihak lain. Adapun fitur stop-loss dan take-profit memungkinkan trader menentukan level penutupan posisi langsung dari chart tanpa harus berpindah layar.
Menurutnya, kedua fitur itu punya fungsi memperkuat perlindungan akses akun, sekaligus memudahkan trader menentukan batas posisi di pasar.
Pembaruan aplikasi juga mencakup penyempurnaan proses deposit, penarikan dana, dan verifikasi akun. Trader dapat memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai status setiap permintaan yang diajukan.
Tidak ada fitur yang dapat menghilangkan risiko trading sepenuhnya. Lapisan keamanan juga tidak menggantikan kehati-hatian trader, terutama ketika kendali akun secara sukarela diserahkan kepada pihak lain.
Perangkat yang tersedia pada platform, pada akhirnya, berfungsi membantu trader mempertahankan kendali atas akun dan menjalankan keputusan pengelolaan posisi ketika kondisi pasar berubah cepat.
