Unilever (UNVR): Direksi Berbondong-bondong Mundur hingga Target Harga Saham Dipangkas
JAKARTA, investortrust.id – Tiga direksi PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengajukan pengundurkan diri dalam waktu berdekatan dengan alasan pengunduran diri disebutkan bersifat pribadi. Sedangkan target kinerja dan saham dipangkas, seiring dengan performa yang mengecewakan hingga September 2023.
Berdasarkan surat resmi Unilever ke Bursa Efek Indonesia (BEI), pengajuan pengunduran diri pertama datang dari Presiden Direktur Unilever Ira Noviarti pada 24 Oktober 2023. Dalam surat tersebut disebutkan alasan pengunduran diri pribadi.
Baca Juga
Unilever (UNVR) Tetapkan Dividen Interim Rp 2,4 Triliun, Simak Jadwal Ini
Untuk menggantikan posisi Ira Noviarti, pemegang saham utama berencana mengusulkan Benjie Yap sebagai pengganti yang akan ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSB) pada 19 Desember 2023.
Usai Ira, dua direktur Unilever lainnya Shiv Sahgal dan Sandeep Kohli mengajukan surat pengunduran diri dari posisinya sebagai direktur per 23 November 2023. Kedua direksi tersebut mengungkapkan pengunduran diri dengan alasan pribadi.
Lalu, bagaimana dengan kinerja perseroan? Berdasarkan data laporan keuangan hingga September 2023, Unilever membukukan penurunan laba bersih sebanyak 9,11% menjadi Rp 4,19 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 4,61 triliun.
Baca Juga
Laba Unilever (UNVR) Melorot 9% Jadi Rp 4,19 Triliun di Kuartal III-2023
Penurunan laba bersih dari raksasa consumers goods tersebut sejalan dengan koreksi penjualan mencapai 3,29% YoY menjadi Rp 30,50 triliun hingga kuartal III-2023, dibanding posisi Rp 31,54 triliun di periode yang sama tahun 2022.
Penurunan penjualan terjadi pada seluruh segmen, terdiri dari segmen home care sebesar 4,39% year-on-year (YoY) menjadi Rp19,92 triliun. Sedangkan segmen makanan dan minuman turun tipis 1,11% YoY menjadi penjualan Rp10,58 triliun.
Terkait pergerakan harga saham UNVR ternyata mencatatkan penurunan dari posisi penutupan akhir tahun lalu Rp 4.700 menjadi Rp 3.530 hingga penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin. Saham UNVR telah merosot sebanyak 24,89% sepanjang 2023 berjalan.
Bahkan, Analis BRI Danareksa Sekuritas Natali Sutanto memangkas turun target harga saham UNVR dari Rp 4.100 menjadi Rp 3.200 dengan rekomendasi hold. Riset teresebut mengungkapkan bahwa perseroan masih menghadapi tantangan berat hingga tahun 2024.
Baca Juga
Tantangan berat dipicu atas persaingan ketat di pasar, seperti produk kecantikan Unilever menghadapi tantangan berat dari bran-bran lokal yang menunjukkan tingkat penjualan pesat melalui saluran digital. Sedangkan penjualan perawatan rumah (home care) menghadapi tantangan berat dari perubahan perilaku konsumen dengan berpindah ke produk value for money.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi turun target laba bersih UNVR tahun ini dari Rp 5,73 triliun menjadi Rp 5,4 triliun. Begitu juga dengan proyeksi laba tahun 2024 dipangkas dari semula Rp 6,03 triliun menjadi Rp 5,62 triliun. Perseroan juga diprediksi menghadapi tantangan penurunan margin keuntungan.
Proyeksi Kinerja Keuangan UNVR

