Finex Perluas Opsi Pembayaran Lokal untuk Penuhi Kebutuhan Utama 'Trader' di Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Lanskap pembayaran Indonesia bergerak cepat tahun ini. QRIS saja telah menembus 15 miliar transaksi kumulatif dan 67 juta pengguna per Juli 2026, dan Bank Indonesia akan menghapus biaya transaksi QRIS mulai Oktober (sampai dengan nilai Rp 100 ribu untuk seluruh kategori merchant, red), sebagai bagian dari dorongan yang lebih luas untuk membuat pembayaran digital lebih cepat dan mudah diakses di seluruh negeri.
Bagi platform keuangan yang beroperasi di tengah kondisi ini, mengikuti cara masyarakat Indonesia biasa bertransaksi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Hal ini tentunya juga berlaku buat PT Finex Bisnis Solusi Futures (Finex), pialang berjangka Indonesia yang menyediakan layanan perdagangan forex dan CFD (Contract for Difference atau kontrak derivatif finansial di mana trader dan pialang bersepakat untuk saling membayar selisih harga suatu aset).
Sepanjang 2026, Finex memperluas infrastruktur pembayaran lokalnya, menambah metode deposit baru sekaligus membenahi proses yang sudah ada agar pengisian akun menjadi lebih cepat dan lebih mudah dikelola.
Disampaikan CEO Finex, Agung Wisnuaji, perusahaan menyebut inisiatif ini sebagai langkah yang berangkat dari prinsip yang mereka sebut Di Sisi Trader. Prinsip ini dalam praktiknya berarti memerhatikan masukan berulang dari nasabah mengenai momen sehari-hari yang membentuk pengalaman trader bersama sebuah pialang. Salah satunya termasuk seberapa cepat akun bisa diisi, seberapa mudah dana bisa diakses, dan bagaimana kendala ditangani ketika terjadi masalah.
Metode pembayaran lokal yang lebih familiar
Sejak Januari 2026, Finex telah meluncurkan sejumlah metode deposit lokal secara bertahap, seperti Virtual Account BRI pada Januari 2026, diikuti Virtual Account BNI, CIMB, dan Mandiri pada bulan berikutnya, lalu LinkAja dan ShopeePay pada Maret 2026. Metode lainnya yang diluncurkan berikutnya adalah virtual account pada OVO dan notifikasi push BCA pada April, diikuti DANA dan QRIS pada Juli. Seluruh metode tersedia dengan komisi 0 persen.
Baca Juga
QRIS khususnya menjadi salah satu metode paling banyak digunakan di platform, kini menyumbang sekitar 45% dari seluruh deposit. Angka ini merupakan indikasi, bahwa perusahaan telah menghadirkan metode pembayaran yang sudah dikenal trader sehari-hari bisa dengan cepat menjadi bagian dari kebiasaan trading mereka.
Finex juga mengubah cara menangani permintaan pembayaran yang gagal. Alih-alih langsung menolak permintaan karena informasi yang keliru, alur yang diperbarui menjelaskan letak kesalahan dan memungkinkan trader memperbaikinya — mengganti bukti transfer yang tidak valid atau membetulkan nominal — tanpa harus mengulang proses dari awal.
"Pembayaran adalah salah satu momen di mana trader paling membutuhkan kejelasan dan kendali," ujar CEO Finex, Agung Wisnuaji dalam pernyataan tertulis, Jumat (25/9/2026).
"Tujuan kami adalah membuat bagian ini sesederhana mungkin: menghadirkan metode pembayaran yang sudah dikenal trader, memproses permintaan lebih cepat, dan ketika terjadi kendala, menjelaskan dengan jelas apa yang perlu diperbaiki alih-alih membiarkan pengguna menghadapi masalah itu sendirian. Inilah makna berada di sisi trader bagi kami dalam praktik," imbuh Agung.
Menurutnya, perusahaan menempatkan pembaruan sistem pembayaran ini sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengurangi hambatan yang tidak perlu dalam pengalaman trading, di samping komunikasi yang jelas mengenai risiko dan ketentuan trading.
"Namun demikian trading tetap mengandung risiko terlepas dari seberapa cepat sebuah pembayaran diproses, dan pengguna disarankan untuk membaca ketentuan yang berlaku, syarat pembayaran, dan persyaratan penarikan dana sebelum mengisi akun," tegas Agung.
