Dorong Kepercayaan Investor Global, BEI Selenggarakan International Capital Market Summit 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelenggarakan International Capital Market Summit (ICMS) 2026, forum yang mempertemukan regulator, perusahaan tercatat, anggota bursa, investor dan pemangku kepentingan global.
Acara yang baru pertama kali digelar BEI itu, membahas perkembangan pasar modal Indonesia, perspektif investor global, agenda reformasi, serta penerapan international best practices dalam reformasi pasar modal Indonesia.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan, pasar modal Indonesia telah mengalami pertumbuhan signifikan dalam satu dekade terakhir, disertai ekosistem produk yang semakin beragam.
BEI mendata, jumlah perusahaan tercatat meningkat dari 521 perusahaan pada 2015 menjadi 962 perusahaan per 22 September 2026. Sementara jumlah investor pasar modal tumbuh dari sekitar 434 ribu menjadi hampir 31,8 juta investor.
Kapitalisasi pasar mencapai sekitar Rp 11.100 triliun atau US$ 623 miliar, dengan ekosistem produk yang semakin beragam, mulai dari saham, ETF, REIT, waran terstruktur, derivatif, hingga efek bersifat utang.
“Namun saat ini kita memasuki fase yang berbeda. Tantangan kita tidak lagi hanya mengenai bagaimana menumbuhkan pasar, tetapi juga bagaimana memperkuat kualitas, kredibilitas, aksesibilitas, dan daya saing pasar modal Indonesia di tingkat internasional,” terang Jeffrey secara tertulis, Kamis (24/9/2026).
Guna menjawab tantangan tersebut, BEI memperkuat agenda reformasi pasar modal dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Hal ini termasuk menerima pendapat dan pandangan para investor global dan pakar hukum internasional di sektor pasar modal.
Baca Juga
Jeffrey mengingatkan, reformasi mencakup penguatan free float perusahaan tercatat, data kepemilikan saham, tata kelola, kepatuhan dan penegakan regulasi, pendalaman pasar, dan kolaborasi dengan stakeholders internasional. Tujuannya membangun pasar modal yang semakin transparan, mudah diakses, efisien, resilien, dan berdaya saing di tingkat global.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menekankan, pasar modal Indonesia memiliki potensi besar. Pasalnya di tengah ketidakpastian global, fondasi ekonomi dan keuangan Indonesia tetap kuat.
Hal tersebut tercermin di antaranya dari ekonomi Indonesia yang bertumbuh 5,29% di kuartal II-2026 dan kredit investasi yang naik 25,13%. Namun untuk menjaga dan memperkuat kepercayaan investor, Kiki berpesan bahwa ketahanan ekonomi saja tidak cukup.
“Diperlukan reformasi yang berkelanjutan, institusi yang kredibel, serta penguatan integritas dan transparansi pasar. Di saat yang sama, kerangka regulasi dan pengawasan perlu terus dikembangkan dan diselaraskan dengan standar internasional,” di acara tertutup yang diselenggarakan di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Dalam konteks tersebut, ICMS 2026 digelar untuk mempertemukan perspektif domestik dan global dalam membahas arah pengembangan pasar modal Indonesia.
Melalui forum tersebut, BEI tidak hanya menyampaikan perkembangan dan agenda reformasi pasar modal Indonesia. Melainkan juga membuka ruang untuk mendengarkan perspektif komunitas investasi global, mempelajari praktik internasional, memperkuat pemahaman bersama, serta membangun koneksi dan peluang kolaborasi baru.
“Hal ini menjadi penting dalam pengembangan pasar modal Indonesia agar semakin responsif terhadap kebutuhan investor dan selaras dengan perkembangan standar pasar modal global,” sambung Jeffrey.
ICMS 2026 menghadirkan perspektif global dari perwakilan J.P. Morgan, UBS, MUFG, Hong Kong Exchanges and Clearing Limited (HKEX), Simpson Thacher & Bartlett LLP, dan Ropes & Gray.
Para pembicara membahas berbagai faktor yang memengaruhi kepercayaan dan keputusan investasi global, termasuk perkembangan investasi di emerging markets, alokasi modal, tata kelola, aksesibilitas pasar, serta standar internasional dan praktik terbaik global.
Jeffrey pun menekankan, keberhasilan pengembangan pasar modal membutuhkan kolaborasi yang konsisten dari seluruh pemangku kepentingan.
ICMS 2026 menjadi salah satu wujud kolaborasi tersebut, sekaligus menjadi momentum BEI memperkuat konektivitas internasional, serta mendorong peningkatan kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia sebagai pasar yang kredibel dan berdaya saing.
