Net Sell Berlanjut Rp 461,34 Miliar, Pemodal Asing Obral Saham BBRI hingga BBNI
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing kembali melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 461,34 miliar, meski indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (23/9/2026), ditutup melesat 97,87 poin (1,56%) menjadi 6.374.
Net sell terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham BBRI senilai Rp 187,64 miliar, BMRI mencapai Rp 128,73 miliar, TLKM mencapai Rp 124,67 miliar, ISAT senilai Rp 66,49 miliar, ADRO senilai Rp 45,77 miliar, dan BBNI mencapai Rp 35,30 miliar.
Sebaliknya pembelian bersih (net buy) melanda saham MDKA senilai Rp 106,73 miliar, TINS mencapai Rp 53,70 miliar, SINI mencapai Rp 40,85 miliar, DSSA sebanyak Rp 30,02 miliar, PGEO mencapai Rp 27,70 miliar.
Baca Juga
Soal Pemegang Saham Bursa, OJK Segera Gelar Sosialisasi Tertutup
Adapun kenaikan indeks sejalan dengan penguatan mayoritas saham big cap, seperti saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, yaitu BREN, TPIA, BRPT, CDIA, CUAN, hingga PTRO. Kenaikan juga didukung saham big bank, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Kenaikan juga didukung saham DSSA, MDKA, MORA, ammn, hingga INDY.
Secara sectoral terjadi penguatan seluruh saham, yaitu sektor material dasar naik 3,47%, sektor energi 2,59%, sektor konsumer primer naik 2,49%, sektor property naik 1,99%, sektor infrastruktur naik 1,26%, sektor transportasi naik 1,02%, sektor keuangan 0,56%, sektor konsumer non primer 0,62%, sektor teknologi 0,55%, dan sektor kesehatan 0,01%.
Baca Juga
Toyota Catat Penjualan 175 Ribu Unit, Perkuat Ekspansi Hybrid EV di Indonesia
Sejalan dengan kenaikan tersebut, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga signifikan, yaitu saham MPXL naik 34,15% menjadi Rp 220, FORU naik 34,09% menjadi Rp 236, dan UNSP melesat 24,27% menjadi Rp 256. Kenaikan pesat juga melanda saham DEWI sebanyak 22,16% menjadi Rp 226 dan PTSN menguat 18,18% menjadi Rp 442.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 107,69 poin (1,69%) menjadi 6.277 disertai dengan pemodal asing menjual bersih (net sell) saham senilai Rp 131,72 miliar Net sell terbanyak melanda saham BBRI senilai Rp 339,42 miliar, TINS mencapai Rp 104,75 miliar, dan BBCA mencapai Rp 101,44 miliar.
Kejatuhan IHSG ini dipicu pelemahan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor energi turun 2,76%, sektor industry melemah 2,31%, sektor property 2,01%, dan material dasar 1,96%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor konsumer primer 0,33%.
