Bitcoin Tembus US$ 84.500, Pasar Kripto Kembali Jadi Sorotan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga Bitcoin (BTC) menembus level US$ 84.500 pada perdagangan Senin (21/9/2026) sore waktu Asia, menguat sekitar 5% lebih dalam sehari. Kenaikan tersebut terjadi beberapa hari setelah Senat Amerika Serikat (AS) menggagalkan pengesahan CLARITY Act dan Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak Juli 2023.
Kenaikan harga Bitcoin tersebut memicu perdebatan mengenai faktor yang mendorong pergerakan pasar kripto, terutama setelah dua peristiwa tersebut terjadi dalam waktu berdekatan.
CEO Flop Labs Arthur Hayes menilai perkembangan regulasi bukan menjadi faktor utama bagi pergerakan Bitcoin. Dalam unggahannya di X, Hayes menyebut CLARITY Act sebagai rancangan regulasi yang tidak diperlukan oleh industri kripto.
Menurut Hayes, pergerakan Bitcoin lebih banyak dipengaruhi kondisi likuiditas. Ia berpendapat perubahan suku bunga dapat memengaruhi aliran dana dari pemilik aset keuangan ke berbagai instrumen investasi, termasuk Bitcoin.
Baca Juga
Bitcoin Naik 6% Tembus US$ 81.000 di Tengah Kenaikan Yield Obligasi AS
Sementara itu, Zach Pandl dari Grayscale memiliki pandangan berbeda. Ia menilai kenaikan suku bunga The Fed dapat dipandang sebagai penyesuaian di tengah siklus ekonomi dan tidak serta-merta mengganggu tren pasar aset berisiko.
Melansir Cryptonews, Senin (21/9/2026) Pandl juga memperkirakan kenaikan suku bunga dapat memberikan keuntungan bagi penerbit stablecoin melalui imbal hasil aset kas. Selain itu, ia melihat potensi peningkatan aliran dana ke aset yang ditokenisasi (tokenized assets).
Harga Bitcoin telah meningkat lebih dari 8% dalam sepekan terakhir. Namun, pemulihan harga tersebut belum sepenuhnya diikuti sentimen investor ritel. Data Stocktwits masih menunjukkan sentimen yang cenderung bearish.
Baca Juga
SEC dan CFTC Lanjutkan Regulasi Kripto, Bitcoin Berhasil Melaju di Atas US$ 81.000
Di pasar derivatif, level US$85.000 menjadi salah satu area yang diperhatikan pelaku pasar. Jika Bitcoin mampu bergerak di atas level tersebut, kisaran US$87.200–US$87.800 berpotensi menjadi area tekanan terhadap posisi short.
Sebaliknya, apabila harga kembali turun di bawah US$83.500, level US$80.000 menjadi area yang perlu diperhatikan sebagai zona support sekaligus titik likuidasi posisi long.
Seiring penguatan harga, aktivitas perdagangan Bitcoin juga meningkat. Data CoinGecko menunjukkan volume transaksi harian mencapai US$85,6 miliar, naik dari US$82,4 miliar pada hari sebelumnya.
