Ultrajaya (ULTJ) Akuisisi Frisian Flag Rp14,6 Triliun, Begini Prospek Pertumbuhan ke Depan
JAKARTA, investortrust.id – FrieslandCampina dan PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) telah mengumumkan kerja sama strategis yang akan mengubah struktur pengendalian ULTJ. Dalam rencana transaksi tersebut, FrieslandCampina akan menjadi pengendali baru ULTJ, sementara PT Frisian Flag Indonesia (FFI) akan menjadi bagian dari grup ULTJ.
Untuk merealisasikan transaksi tersebut, ULTJ berencana melakukan rights issue hingga 7,9 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 2.150 per saham, sehingga potensi dana yang diraup mencapai Rp 16,93 triliun. Dana aksi korporasi tersebut akan digunakan ULTJ untuk mengakuisisi 100% saham FFI senilai sekitar Rp 14,6 triliun.
Baca Juga
Menperin: Ultrajaya (ULTJ) Siapkan Investasi Rp 1,14 Triliun untuk Pasok Susu Program MBG
Dalam rencana rights issue, pengendali ULTJ akan mengalihkan haknya kepada pemegang saham FFI, yakni FrieslandCampina International Holding B.V., Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd., dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa. Ketiganya akan mengambil bagian dalam rights issue melalui mekanisme inbreng.
Stoctbit Sekuritas dalam komentar pasarnya pekan ini memperkirakan potensi akuisisi tersebut berpotensi mendongkrak pertumbuhan kinerja keuangan dan saham ULTJ ke depan.
“Pertumbuhan berasal dari sinergi serta skala operasi yang lebih besar setelah FFI menjadi bagian dari grup ULTJ. Faktor tersebut berpotensi membuka ruang bagi perubahan valuasi perusahaan,” tulisnya.
Tender Offer Rp 2.150?
Berdasarkan peraturan yang berlaku, harga terendah yang akan digunakan dalam tender offer wajib FrieslandCampina adalah harga akuisisi Rp2.150 per saham.
Dengan demikian, rencana perubahan pengendalian ULTJ akan menjadi salah satu bagian penting yang perlu diperhatikan investor setelah rights issue dan transaksi akuisisi FFI terealisasi.
Dari sisi valuasi, transaksi akuisisi FFI oleh ULTJ mengimplikasikan valuasi sekitar 19 kali annualized price to earnings ratio (P/E), berdasarkan laba bersih FFI sekitar Rp440 miliar selama 7 bulan 2026 yang kemudian diannualisasi.
Baca Juga
Investor Asing Lepas Saham Rp 2,94 Triliun, 4 Big Bank Jadi Sasaran Utama Pekan Ini
Dari sisi pendapatan, FFI mencatatkan pendapatan sekitar Rp7,8 triliun selama 7 bulan 2026, dengan margin laba bersih sekitar 5,6%. Sebagai perbandingan, ULTJ diperdagangkan pada sekitar 10 kali annualized P/E per Jumat (18/9), dengan margin laba bersih sebesar 19% selama 7 bulan 2026.
Perbedaan tersebut menunjukkan akuisisi FFI oleh ULTJ dilakukan pada valuasi premium dan berpotensi memberikan tekanan dilusi terhadap laba per saham ULTJ. Pasar merespons pengumuman kerja sama tersebut dengan kenaikan harga saham ULTJ. Pada penutupan perdagangan Jumat (18/9), saham ULTJ naik 8,42% ke level Rp2.060 per saham.
Selain rights issue dan akuisisi FFI, agenda RUPSLB ULTJ pada 27 Oktober 2026 juga mencakup pembahasan mengenai penggunaan sebagian saldo laba ditahan untuk dibagikan sebagai tambahan dividen tunai final, serta perubahan susunan direksi dan komisaris.
