Reliance Sekuritas Jagokan BBRI, CPIN, INCO, dan MBMA, Intip Taget Harganya
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (17/9/2026), diprediksi lanjutkan pelemahan dengan rentang pergerakan 6.371-6.496. Adapun saham pilihan hari ini adalah BBRI, CPIN, INCO, dan MBMA.
Reliance Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk inverted hammer, di bawah MA20 dan MA5, indikator Stochastic death cross mendekati area oversold. “Dengan pol aini, kami memperkirakan IHSG lanjutkan pelemahan dengan saham pilihan BBRI, CPIN, INCO, dan MBMA,” tulisnya.
Baca Juga
NIM BBCA Kembali Menguat, Target Harga Saham Dipatok hingga Rp 8.600
Laju IHSG juga akan dipengaruhi pelemahan bursa AS Bursa saham Wall Street. Sentimen negatif disebabkan oleh Federal Reserve yang menaikkan suku bunga acuan 25 bps untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun. Langkah ini diambil untuk mengatasi inflasi yang tetap tinggi akibat melonjaknya harga minyak mentah selama perang AS-Israel melawan Iran.
Terkait saham pilihan, Reliance Sekuritas merekomendasikan beli saham BBRI dengan target harga Rp 3.730, INCO dengan target harga Rp 5.425, CPIN ditargetkan Rp 3.510, dan MBMA ditargetkan Rp 560.
Baca Juga
Horor Saham MD Entertainment (FILM) Anjlok 95% Ytd hingga Masuk HSC, Ada Apa?
Kemarin, IHSG ditutup kembali jatuh sebanyak 24,30 poin (0,38%) menjadi 6.436 disertai dengan pemodal asing kembali melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 624,72 miliar. Net sell terbanyak disumbangkan saham BMRI senilai Rp 238,37 miliar, BUMI mencapai Rp 101,96 miliar, dan BBCA mencapai Rp 57,91 miliar.
Penurunan dipicu pelemahan sejumlah sektor saham, seperti konsumer primer 1,12%, teknologi 1,13%, infrastruktur 1,39%, property 0,78%,energi 0,62%, keuangan 0,42%, material dasar 0,27%, kesehatan 0,24%, dan transportasi 0,14%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor industry 0,91% dan konsumer non primer 0,11%,
Meski IHSG ditutup berbalik melemah, tiga saham berikut masih kokoh pertahankan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu MGNA naik 34,46% menjadi Rp 199, UANG naik 24,93% menjadi Rp 4.210, dan VISI naik 24,88% menjadi Rp 1.280.
