Horor Saham MD Entertainment (FILM) Anjlok 95% Ytd hingga Masuk HSC, Ada Apa?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) telah terjun parah lebih dari 95,31% sepanjang year to date (ytd) tahun 2026. Meski anjlok parah, saham emiten yang dikendalikan Manoj Punjabi belum terkena penghentian sementara atau suspense oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, saham FILM turun dari level penutupan akhir tahun lalu Rp 14.500 menjadi Rp 680 per saham pada penutupan 16 September 2026. Adapun, saham perusahaan hiburan dan rumah produksi terkemuka di Indonesia ini juga telah mencatatkan penurunan sebanyak 21,84% selama sebulan terakhir. Saham FILM juga masuk dalam daftar top laggards BEI sepanjang tahun ini dengan kontribusi penurunan sebanyak 104,89 poin terhadap IHSG.
Baca Juga
Keputusan The Fed Guncang Pasar, Yield Treasury AS 10-Tahun Bercokol di Level 5%
Bahkan, harga penutupan saham FILM kemarin tercatat yang terendah lebih dari 3,5 tahun terakhir atau terhitung sejak 27 Maret 2023. Harga tersebut juga jauh di bawah harga rights issue saham FILM pada Juli 2025 level Rp 800 per saham.
Berdasarkan pengumuman terbaru emiten ini di BEI, saham FILM aktif ditransaksikan Samuel Sekuritas Indonesia sebagai penempatan REPO. Terakhir Samuel Sekuritas menambah sebanyak 138,15 juta saham FILM dengan harga pelaksanaan Rp 740 dengan tujuan penempatan REPO. Pembelian ini menjadikan Samuel Sekuritas sebagai pemegang 9,64% saham FILM.
Sedangkan berdasarkan data pemegang saham hingga akhir Agustus 2026, Manoj Dhamoo yang bertindak sebagai direksi tercatat sebagai pengendali dengan kepemilikan 12,67% saham FILM, PT MD Corp Enterprises kuasai 44,12% saham, dan Shania Manoj Punjabi sebagai affiliasi genggam 0,17% saham FILM.
Pemegang saham lainnya terdiri atas Morgan Stanley sebanyak 10,43% saham FILM dan Samuel Sekuritas tercatat mengalami penurunan dari 8,26% menjadi 6.06% saham FILM.
Baca Juga
Sebelumnya, BEI telah menempatkan saham FILM dalam daftar kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi (HSC) per 30 Juni 2026. Sebab, sebanyak 92,98% saham perseroan dilimiki sejumlah pemegang saham tertentu. Saham FILM juga telah dikeluarkan dari daftar indeks MSCI Global Small Cap pada evaluasi berkala (rebalancing) Agustus 2026. Penghapusan tersebut berlaku efektif sejak penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.
Sedangkan dari sisi kinerja keuangan, FILM mencatatkan penurunan pendapatan dari Rp 304,43 miliar menjadi Rp 288,38 miliar hingga semester I-2026. Meski demikian perseroan berhasil cetak laba usaha Rp 16,32 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan rugi usaha Rp 2,30 miliar.
Perbaikan tersebut menjadikan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 10,64 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan rugi atribusi Rp 41,43 miliar.
