IHSG Ditutup Anjlok 1,13%, Tekanan Datang dari Saham Big Bank hingga BYAN
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/9/2026), ditutup anjlok sebanyak 73,54 poin (1,13%) menjadi 6.4461,15. Pelemahan tersebut sejalan dengan penurunan pasar saham dunia.
Pergerakan indeks dalam rentang 6.461-6.549 dengan nilai transaksi sebanyak Rp 10,52 triliun sepanjang hari ini. Adapun saham yang menjadi penekan utama indeks datang dari kejatuhan BYAN anjlok 8,11%, GGRM jatuh 5,92%, BMRI turun 2,253%, BBNI melemah 3,10%, BBRI melemah 2,35%, dan BBCA melemah 1,54%.
Baca Juga
Uang Ratusan Miliar yang Disita KPK di OTT BPN Diduga Milik Nusron Wahid
Penurunan indeks juga dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor keuangan turun 1,36%, energi 1,27%, industry 1,56%, dan property 1,03%. Penurunan juga melanda saham sektor material dasar 0,73%, konsumer non primer 0,69%, teknologi 0,37%, dan transportasi 0,89%. Sebaliknya penguatan melanda sektor infrastruktur 0,17%, kesehatan 0,24%, dan konsumer primer 0,05%.
Meski IHSG kembali terjungkal, sejumlah saham berikut cetak lompatan harga yang mengesankan, yaitu DEFI melesat 34,95% menjadi Rp 139, CCSI naik 24,86% menjadi Rp 442, dan VOKS naik 24,62% menjadi Rp 324. Kenaikan juga melanda saham ALKA sebanyak 18,88% menjadi Rp 7.400, TRJA menguat 18,85% menjadi Rp 145, dan SEMA naik 18,78% menjadi Rp 234.
Kemarin, IHSG ditutup turun sebanyak 6,69 poin (0,10%) menjadi 6.534 setelah sempat bergerak dramatis dengan penurunan lebih dari 165 poin atau 2,5% pada awal sesi II. Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 337,44 miliar terbanyak disumbangkan saham ANTM senilai Rp 209,32 miliar dan BMRI mencapai Rp 169,29 miliar.
Baca Juga
Pergerakan indeks dipengaruhi atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti energi melemah 1,65%, material dasar 1,41%, konsumer primer 1,19%, kesehatan 2,95%, property 0,56%, infrastruktur 1,45%, teknologi 0,77%, transportasi 0,85%, property 0,56%, konsumer non primer 0,04%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor keuangan 0,55% dan industry 0,45%. Tekanan juga dipicu atas kejatuhan saham big cap, seperti BYAN anjlok 10,12%, EMAS jatuh 12%, dan BREN anjlok 4,01%.
Meski IHSG ditutup turun, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham SEMA naik 34,93% menjadi Rp 197, LAPD naik 34,78% menjadi Rp 93, FORU naik 25% menjadi Rp 4.650, ALKA naik 25% menjadi Rp 6.225, dan AGAR melesat 24,55% menjadi Rp 2.410.
