Suahasil Jadi Menkeu, Mirae Asset Waspadai Tekanan ke Saham Rokok
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara berpotensi menekan sektor rokok. Pasalnya, perubahan arah kebijakan fiskal berpotensi memengaruhi kebijakan cukai rokok.
Head of Research PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan dampak pergantian Menteri Keuangan terhadap sektor saham masih perlu dilihat dari implementasi kebijakan ke depan. Namun, sektor rokok menjadi salah satu yang berpotensi menghadapi tekanan.
“Mungkin untuk sementara, kemarin kan kayaknya ada sell off (aksi jual besar-besaran) dari saham-saham sektor rokok ya. Sementara kalau rokok sendiri mungkin penetapan cukai rokok itu sendiri itu memang beberapa waktu yang lalu Pak Purbaya itu sempat menyebutkan kemungkinan tidak akan menaikkan cukai,” kata Rully dalam Media Day September 2026 secara virtual, Selasa, (15/9/2026).
Baca Juga
IHSG Sesi I Jatuh 0,76%, Tekanan Terbesar Datang dari Kejatuhan Saham BYAN
Ia menilai pendekatan Suahasil kemungkinan akan mirip dengan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, terutama dalam mengambil kebijakan yang lebih tegas terhadap sektor yang berdampak negatif bagi kesehatan masyarakat.
“Sementara ini kalau saya lihat sepertinya dari Pak Suahasil sendiri pendekatannya itu agak mirip dengan Ibu Sri Mulyani mungkin agak lebih keras terhadap hal-hal yang berdampak negatif terhadap kesehatan dari masyarakat di Indonesia,” ucapnya.
Menurut Rully, pendekatan tersebut berpotensi membuat kebijakan terhadap industri rokok menjadi lebih ketat dibandingkan era Purbaya yang dinilai lebih pro terhadap industri sigaret. “Memang ini ada perbedaan pandangan kedua kubu tersebut. Jadi, kemungkinan juga memang akan lebih keras terhadap sektor rokok,” ujar Rully.
Asal tahu saja, di lantai bursa sejumlah saham rokok terpantau melemah pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (15/9/2026). Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) anjlok 1.000 poin (5,26%) ke level Rp 18.000. Saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) turun 50 poin (3,18%) menjadi Rp 1.520. Penurunan juga terjadi pada saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang melemah 45 poin (6,25%) ke level Rp 675.
