5 Kripto yang Wajib Dipantau Jelang Keputusan The Fed pada 16 September
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pasar kripto tengah menahan napas jelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan berlangsung pada 16-17 September 2026. Sinyal dari sejumlah pejabat The Fed dalam beberapa pekan terakhir memunculkan ketidakpastian baru, alih-alih memangkas suku bunga seperti yang banyak diharapkan pelaku pasar, bank sentral Amerika Serikat itu justru membuka opsi menaikkan suku bunga acuan karena inflasi inti yang belum sepenuhnya terkendali.
Di tengah dinamika ini, lima aset kripto, yakni Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), XRP, dan Hyperliquid (HYPE), muncul sebagai aset yang paling layak dipantau karena kombinasi sensitivitas terhadap kebijakan moneter dan katalis internal masing-masing.
Apa yang Sebenarnya Akan Diputuskan The Fed pada 16-17 September?
Berdasarkan data pasar yang dihimpun pada awal September 2026, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin berada di kisaran 55-57%, sementara peluang suku bunga ditahan di level 3,75% berada di kisaran 42-43%. Probabilitas pemangkasan suku bunga nyaris nol. Kondisi ini terbilang mengejutkan karena beberapa bulan sebelumnya konsensus pasar justru condong ke arah pelonggaran moneter.
Melansir dari Pintu, Selasa (15/9/2026), pergeseran ini dipicu oleh pernyataan sejumlah pejabat The Fed yang menyoroti data inflasi inti yang masih di atas target, meski data tenaga kerja Agustus menunjukkan pelemahan yang biasanya menjadi alasan untuk memangkas bunga. Gubernur The Fed Christopher Waller menyebut bahwa keputusan final akan sangat bergantung pada rilis data inflasi menjelang rapat, sehingga arah kebijakan berpotensi berubah dalam waktu singkat.
Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH): Dua Aset dengan Korelasi Makro Paling Kuat
Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$ 80.000-81.000 pada awal September 2026, dengan level support di US$ 75.000-77.000 dan resistance di sekitar US$ 85.000. Harga BTC sempat melonjak lebih dari 5% dalam sehari setelah sinyal dovish dari Waller memicu arus masuk dana ETF Bitcoin terbesar dalam sembilan bulan terakhir. Meski begitu, secara tahunan Bitcoin masih tercatat turun sekitar 27,3% dibandingkan level tertinggi sepanjang masa di US$ 126.198 yang tercapai Oktober 2025.
Ethereum bergerak di rentang US$ 2.400-2.500 dengan level support krusial di US$ 2.250. Sama seperti Bitcoin, ETH turut menikmati arus masuk ETF meski secara tahunan masih terkoreksi tajam sekitar 43,6% dari puncaknya di US$ 4.953 pada Agustus 2025. Katalis yang perlu dipantau untuk ETH termasuk potensi pembalikan arus keluar ETF serta perkembangan upgrade jaringan yang masih berjalan.
Solana diperdagangkan di kisaran US$ 100, dengan sinyal yang campur aduk: minat institusional terus meningkat, tetapi aktivitas on-chain jaringan menunjukkan tren penurunan. Kombinasi ini membuat arah SOL jelang keputusan Fed relatif sulit ditebak dibandingkan Bitcoin dan Ethereum yang polanya lebih mengikuti sentimen makro secara langsung.
XRP diperdagangkan pada kisaran US$ 1,35-1,45. Katalis utama datang bukan dari The Fed, melainkan dari proses legislasi CLARITY Act di Senat Amerika Serikat yang berpotensi memberikan klasifikasi komoditas permanen bagi XRP. Jika RUU ini mengalami kemajuan bersamaan dengan periode keputusan Fed pada pertengahan September, kombinasi katalis regulasi dan makro ini berpotensi memperbesar volatilitas harga XRP dalam waktu singkat.
Di luar empat aset besar tersebut, token Hyperliquid (HYPE) turut masuk radar pelaku pasar karena jadwal unlock token sebesar 9,92 juta HYPE atau setara sekitar US$ 820 juta pasokan baru yang beredar ke pasar pada awal September 2026. HYPE diperdagangkan di kisaran pertengahan US$ 80-an menjelang unlock tersebut, dan bagaimana pasar menyerap tambahan pasokan ini menjadi ujian likuiditas tersendiri, terlepas dari arah keputusan Fed.
Jika unlock token ini berbarengan dengan sentimen hawkish dari The Fed, tekanan jual berpotensi lebih besar dibandingkan skenario normal karena investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko lebih tinggi saat biaya modal naik.
Prospek Pasar Menjelang Keputusan Fed
Sejumlah analis menilai bahwa faktor pendukung harga kripto saat ini bersifat struktural, bukan semata dorongan kebijakan moneter yang longgar. Dengan suku bunga acuan The Fed berada di rentang 3,50-3,75% dan minim ruang pemangkasan sepanjang sisa 2026, korelasi antara Bitcoin dan aset sensitif suku bunga lainnya berada pada level tertinggi. Artinya, arah pasar kripto jelang 16 September akan sangat dipengaruhi oleh nada komunikasi The Fed, bukan hanya angka keputusan itu sendiri.
Investor disarankan memantau rilis data inflasi yang keluar tepat sebelum rapat FOMC, karena data tersebut berpotensi mengubah ekspektasi pasar dalam waktu singkat, seperti yang sudah terjadi beberapa kali sepanjang 2026. Volatilitas jangka pendek pada kelima aset ini diperkirakan meningkat menjelang dan sesudah pengumuman resmi The Fed.
