Trump Siapkan Stimulus US$ 5.000 Bagi Warga Dewasa AS, Ini Dampak Positifnya ke Bitcoin
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — CEO Professional Capital Management Anthony Pompliano menilai rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan stimulus sebesar US$5.000 atau sekitar US$1,2 triliun kepada warga dewasa AS berpotensi mendorong kenaikan harga aset langka seperti Bitcoin dan emas.
Trump mengusulkan pemberian cek yang disebut sebagai "dividen Trump" sebesar US$5.000 kepada setiap warga negara AS yang telah dewasa jika Partai Republik memenangkan pemilihan paruh waktu pada November mendatang.
Pompliano menilai tambahan stimulus tersebut dapat meningkatkan jumlah uang beredar dan memicu tekanan inflasi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset yang dianggap dapat menjadi penyimpan nilai, termasuk Bitcoin, emas, dan tanah.
"Semakin banyak uang yang dia bagikan, semakin tinggi harga Bitcoin, emas, dan tanah," ujar Pompliano dilansir dari YahooFinance, Selasa (15/9/2026).
Baca Juga
Peluang The Fed Naikkan Suku Bunga 86,5%, Harga Bitcoin Tertekan di Awal Pekan
Pandangan tersebut mengacu pada pengalaman stimulus fiskal selama pandemi Covid-19. Studi ekonom Federal Reserve pada 2022 menemukan stimulus fiskal selama pandemi berkontribusi sekitar 2,5 poin persentase terhadap kenaikan inflasi di AS.
Namun, studi terbaru yang dipublikasikan Chicago Booth Review memberikan kesimpulan berbeda. Program stimulus disebut menyumbang kurang dari seperlima kenaikan harga selama periode tersebut.
Pompliano juga menilai Bitcoin berpotensi kembali mengalami reli setelah adanya pengumuman stimulus. Sebelumnya, gagasan "dividen tarif" senilai US$2.000 yang dilontarkan Trump pada November turut diikuti kenaikan harga Bitcoin sekitar 5%.
Baca Juga
Bitcoin vs Zcash, Grayscale Ungkap Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Ditambang
Menurut Pompliano, stimulus juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berinvestasi di Bitcoin. Ia mendorong masyarakat tidak hanya menggunakan dana tersebut sebagai konsumen, tetapi juga mengalokasikannya sebagai investasi.
Pompliano selama ini menempatkan Bitcoin sebagai salah satu aset lindung nilai terhadap penurunan nilai dolar AS. Namun, dampak stimulus terhadap inflasi dan harga aset tetap bergantung pada realisasi kebijakan serta respons perekonomian AS.
