Miliki 1.400 Toko, Begini Prospek Saham MDIY Menurut Analis
JAKARTA, investortrust.id – PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) atau MR DIY berhasil meresmikan toko ke-1.400 di Indonesia. Keberhasilan ini menegaskan posisinya sebagai peritel perlengkapan rumah tangga dengan jaringan terbesar di Tanah Air. Adapun pembukaan penambahan toko baru sepanjang tahun berjalan (ytd) telah mencapai 177 gerai.
Momentum pembukaan toko ini bertepatan dengan Hari Pelanggan Nasional dan menjadi bagian dari penerapan strategi perusahaan yang berorientasi pada pendekatan customer centric. Laju ekspansi ini dinilai konsisten dan menjaga perseroan tetap berada di jalur yang tepat (on-track) untuk mencapai target pembukaan minimal 270 toko baru hingga akhir tahun.
Baca Juga
Rupiah Perkasa, Pergantian Menkeu Diharapkan dapat Respons Positif Pasar
Saat ini jaringan MDIY telah menjangkau 445 dari 514 kabupaten/kota di 37 dari 38 provinsi di Indonesia. Penetrasi pasar tidak hanya berfokus di kota besar, melainkan menyasar wilayah tier 3 seperti Kabupaten Sorong Selatan dan Kabupaten Buton Tengah. Dari total jaringan tersebut, sekitar 80% berupa toko yang berdiri sendiri (standalone stores) dan 20% berada di pusat perbelanjaan, memberikan fleksibilitas format toko yang adaptif terhadap karakteristik pasar lokal.
Melihat pembukaan toko yang agresif tersebut, analis Ajaib Sekuritas Alvin Murthi menyebutkan, prospek MDIY sangat menarik berkat kombinasi model bisnis yang mampu menghasilkan arus kas kuat (cash-generative), menguntungkan (profitable), serta memiliki margin yang tebal.
Baca Juga
Laba MDIY Naik 16,4% di Semester I 2026, Ini Faktor Pendorongnya
Arus kas internal solid yang ditunjukkan atas kemampuan pendanaan dari sumber internal membuat MDIY tidak bergantung pada penambahan utang secara agresif, sehingga struktur neraca keuangan tetap kuat.
Skala ekonomi dan efisiensi didukung jaringan yang luas memperkuat daya tawar pengadaan produk dan meningkatkan efisiensi rantai distribusi. MDIY juga memiliki kemampuan adaptabilitas operasional di tengah tantangan industri ritel, seperti pola belanja konsumen yang selektif dan gangguan logistik, melalui kampanye harga tetap, program Back to School, serta prioritas distribusi produk fast-moving.
Dari sisi kinerja keuangan, MDIY berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan sebanyak 24,5% menjadi Rp 4,6 triliun sepanjang semester I-2026. EBITDA juga meningkat 16,1% menjadi Rp 1,4 triliun, serta laba setelah pajak menguat 16,4% menjadi Rp 590,7 miliar.
