PEFINDO Pertahankan Rating Petrosea (PTRO) di Level idA+/Stable, Ini Faktor Pendukungnya
JAKARTA, investortrust.id – PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) kembali mempertahankan corporate rating PT Petrosea Tbk (PTRO) di level idA+/Stable (Single A Plus; Stable Outlook) berdasarkan hasil pemeringkatan pada 7 September 2026.
Dalam pengumuman resmi perseroan yang dirilis Senin (14/9/2026), Petrosea juga mempertahankan peringkat idA+ (Single A Plus) untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2024 dan Tahap II Tahun 2025.
Selain itu, perseroan mempertahankan peringkat idA+(sy) (Single A Plus Syariah) untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2024 dan Tahap II Tahun 2025.
Baca Juga
Petrosea (PTRO) Investasi Rp1,19 Triliun di SINI, Kepemilikan Saham Naik Jadi 19,88%
Peringkat tersebut ditetapkan berdasarkan data dan informasi perusahaan, termasuk Laporan Keuangan Tidak Diaudit per 31 Maret 2026 serta Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025. “PEFINDO kembali memberikan peringkat idA+/Stable kepada Petrosea, serta peringkat idA+ untuk Obligasi Berkelanjutan I dan peringkat idA+(sy) Sukuk Ijarah Berkelanjutan I. Peringkat tersebut mencerminkan posisi bisnis Petrosea yang kuat, layanan yang terintegrasi dan profil keuangan yang kuat,” tulis Manajemen PEFINDO, Rabu (9/9/2026).
Berdasarkan pemeringkatan PEFINDO, obligor dengan peringkat idA dinilai memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya dalam memenuhi komitmen keuangan jangka panjang.
Baca Juga
IHSG Anjlok 2,5%, Analis: Hindari Bottom Fishing dan Selektif Pilih Saham
Namun, kemampuan tersebut dapat lebih mudah terpengaruh oleh perubahan kondisi ekonomi yang merugikan dibandingkan obligor dengan peringkat yang lebih tinggi. Sementara itu, tanda plus (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan berada pada posisi relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan.
Petrosea merupakan perusahaan multidisiplin dengan pengalaman lebih dari lima dekade yang menyediakan layanan terintegrasi di seluruh rantai nilai. Layanan tersebut mencakup engineering, procurement and construction (EPC), pertambangan, engineering, procurement, construction and installation (EPCI) lepas pantai, hingga logistik untuk industri pertambangan serta minyak dan gas di kawasan Asia Pasifik dan Oseania.
