IHSG Berpeluang Konsolidasi Hari Ini, Saham MBMA hingga ERAA Layak Dipantau
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/9/2026), berpeluang bergerak konsolidasi dalam rentang 6.600-6.700. Tiga saham MBMA, LSIP, dan ERAA direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, IHSG kembali mendekati resistance 6.700 dengan momentum yang masih positif. “Kami memperkirakan IHSG berpeluang menguji dan berkonsolidasi di area 6.600–6.700. Breakout 6.700 membuka peluang menuju 6.755, sementara 6.600 menjadi support terdekat,” tulisnya.
Baca Juga
Multi Garam (FOLK) Perkuat Bisnis Infrastruktur, Bidik Proyek Data Center
Laju IHSG akan dipengaruhi katalis selanjutnya, yaitu rilis CPI AS pada 11 September ini dengan konsensus headline 3,4% YoY, pergerakan komoditas di tengah konflik Timur Tengahm, dan arga minyak yang kembali mendekati US$ 100/barel berpotensi menopang saham energi. Kenaikan pesar harga tembaga ke level rekor US$ 14.533 per ton juga mendukung saham metal. Normalisasi penerbangan pasca erupsi Anak Krakatau, setelah hampir 3.000 penerbangan terdampak, menjadi katalis positif.
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi penurunan signifikan pasar saham Wall Street semalam setelah Dow Jones jatuh 1,18%. Penurunan juga melanda S&P500 sebanyak 0,58% dan Nasdaq terjungkal 0,32%.
Terkati saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham MBMA dengan target harga Rp 570-585, LSIP dengan target harga Rp 1.730-1.760, dan ERAA dengan target harga Rp 605-630.
Baca Juga
Suara Ibu Indonesia Minta Anggaran MBG Dialihkan untuk Penanganan Bencana
Kemarin, IHSG ditututup melesat 66,77 poin (1,01%) menjadi 6.686 disertai dengan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 398,12 miliar, terbanyak saham BBCA mencapai Rp 269,69 miliar dan BBRI sebanyak Rp 177,12 miliar.
Secara sectoral, penguatan didukung kenaikan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar 2%, sektor industry 1,22%, sektor energi 1,17%, sektor consumer non primer 1,39%, sektor keuangan 0,79%, infrastruktur 0,83%, transportasi 0,73%, dan property 0,20%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor consumer primer 0,13%, kesehatan 0,59%, dan teknologi 0,34%.
Sejalan dengan penguatan indeks tersebut, sejumlah saham ini catatkan lompatan harga mengesankan, yaitu POLA naik 34,62% menjadi Rp 70, ASPI menguat 25% menjadi Rp 505, dan SHID naik 25% menjadi Rp 850. Meski tak ARA, saham SOHO menguat 20,71% menjadi Rp 1.820 dan PPRI naik 20,71% menjadi Rp 204.
