Antony Dirga Sebut Pasar Saham seperti Peternakan Domba, Apa Maksudnya?
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Direktur PT Trimegah Asset Management, Antony Dirga menyebut pasarsaham saat ini tak ubahnya peternakan domba. Apa maksudnya?
Antony mengakui, pasar saham dalam beberapa tahun terakhir sedang berada dalam fase sulit. Salah satu buktinya, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus bercokol di bawah level 7.000. Dengan level IHSG seperti itu, pasar saham domestik dianggap tidak menjanjikan.
Lihat Youtube:
https://www.youtube.com/watch?v=i3D1L1JO7A0
“Saya setuju kalau invest di saham sedang sulit. Jadi, investasi saham itu mirip peternakan domba, tujuh tahun tidak ke mana-mana,” ujar Antony dalam diskusi Tantangan Investasi Reksa Dana di Tahun Politik yang digelar investortrust.id di Jakarta, Senin (18/09/2023).
Acara yang dipandu Pemimpin Redaksi Investortrust.id Primus Dorimulu itu juga menghadirkan Direktur Utama PT Sucorinvest Jemmy Paul, Presiden Direktur PT Principal Asset Management Naresh Krishnan, Direktur PT Panin Asset Management Rudiyanto, Chief Investment Officer PT STAR Asset Management Susantio Chandra, Direktur PT Bahama TCW Investment Management Budi Hikmat, dan Direktur PT Infovesta Utama Parto Kawito.
Baca Juga
Menurut Antony Dirga, dalam konteks ‘peternakan domba’, investor cenderung tidak mau masuk ke pasar dan membeli saham. Soalnya, mereka punya pemahaman bahwa kinerja saham sedang mengecewakan.
“Anda mau membeli peternakan domba ini atau tidak? Nggak mau ah, karena pagarnya terlihat jelek. Berikutnya, mau beli nggak? Oh, tidak, tidak mau karena masih sama, pagarnya masih terlihat jelek. Ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya,” papar dia.
Ternyata, kata Antony, ‘peternakan’ yang tampak buruk itu sejatinya sudah menghasilkan keuntungan. “Di dalam, ternyata dombanya sudah beranak pinak, berkembang. Jadi, earnings-nya sebetulnya bagus dari tahun ke tahun, positif terus. Tapi pasar sahamnya (IHSG)-nya nggak ke mana-mana, stagnan,” tutur dia.
Baca Juga
AUM Reksa Dana Bakal Melonjak Tiga Kali Lipat, Target OJK Lewat!
Antony menegaskan, keuntungan di pasar saham (capital gain maupun dividen) bisa diperoleh jika investor cermat memperhatikan saham berfundamental kuat yang secara teknikal masih berpotensi tumbuh.
“Sayangnya banyak investor yang lebih mengedepankan momentum, istilah anak mudanya adalah FOMO (fear of missing out atau ikut-ikutan supaya dianggap gaul),” tandas dia. (CR-1)

