Zcash Naik 2.700% dalam Setahun, Kini Masuk Jajaran 10 Besar Aset Kripto
JAKARTA, investortrust.id – Harga Zcash (ZEC) melanjutkan penguatan signifikan dan mencatatkan rekor tertinggi baru. ZEC sempat menyentuh level US$1.217 pada perdagangan Minggu (6/9/2026), dengan kenaikan sekitar 130% sejak awal tahun dan 2.700% dalam 12 bulan terakhir. Menilik data Coinmarketcap, pada perdagangan Senin (7/9/2026) pukul 09.30 WIB ZEC tengah berada di US$1.186 naik 11,27% dalam sehari dan 43,06% dalam sepekan.
Kinerja tersebut membuat Zcash masuk dalam jajaran 10 besar aset kripto berdasarkan kapitalisasi pasar dan mencatatkan kenaikan yang jauh lebih tinggi dibandingkan sejumlah aset kripto utama seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).
Penguatan ZEC terjadi di tengah meningkatnya perhatian terhadap fitur privasi yang ditawarkan jaringan Zcash. Berbeda dengan Bitcoin dan Ethereum yang mencatat transaksi pada ledger publik, Zcash memungkinkan pengguna melakukan transaksi melalui shielded pools sehingga informasi transaksi dapat disembunyikan.
Data BlockWorks menunjukkan jumlah pasokan ZEC yang berada di alamat shielded telah meningkat menjadi sekitar 4,85 juta ZEC. Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak Juni 2026, setelah sebelumnya turun hingga sekitar 4,35 juta ZEC.
Peningkatan aktivitas perdagangan juga turut menopang pergerakan ZEC. Berdasarkan data CoinMarketCap, volume perdagangan ZEC dalam 24 jam mencapai lebih dari US$1,45 miliar.
Baca Juga
Pasar Kripto Melemah di Akhir Pekan, Bitcoin Jatuh di Bawah Level Psikologis US$ 80.000
Sementara itu, open interest pada pasar futures ZEC meningkat hingga sekitar US$2,43 miliar. Lonjakan aktivitas tersebut juga diikuti likuidasi posisi short senilai lebih dari US$41,2 juta.
Dilansir dari Benzinga, Senin (7/9/2026) selain pasar spot dan derivatif, permintaan terhadap ZEC juga meningkat melalui instrumen ETF. Grayscale Zcash ETF yang baru diluncurkan tercatat membukukan arus dana masuk selama empat hari berturut-turut.
Total dana yang masuk mencapai lebih dari US$34 juta, sehingga aset yang dikelola atau assets under management (AUM) ETF tersebut meningkat menjadi sekitar US$350 juta. ETF tersebut mengenakan rasio biaya sebesar 2,50%.
Dari sisi teknikal, ZEC sebelumnya sempat turun ke sekitar US$189,23 pada Februari 2026 sebelum memasuki tren penguatan. Pergerakan harga kemudian membentuk pola cup and handle yang diikuti dengan penembusan ke atas atau breakout.
ZEC selanjutnya membentuk pola bullish pennant. Penembusan pola tersebut terjadi pada akhir pekan lalu ketika harga bergerak melewati area pertemuan dua garis pembentuk pola.
Baca Juga
Bukan Cuma Bitcoin, Ini 5 Aset Kripto yang Diam-Diam Diborong Jelang FOMC September 2026
Setelah menembus level psikologis US$1.000, ZEC saat ini berada di atas sejumlah rata-rata pergerakan. Indikator teknikal Relative Strength Index (RSI) dan Moving Average Convergence Divergence (MACD) juga masih menunjukkan momentum penguatan.
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar melihat potensi ZEC melanjutkan penguatan menuju level US$1.500. Namun, posisi ZEC yang telah berada di area overbought juga membuka peluang terjadinya koreksi harga dalam jangka pendek sebelum melanjutkan tren kenaikan.
