Asing Net Sell Rp 562 Miliar, Berikut Daftar Lima Saham Yang Diobral
JAKARTA, Investortrust.id – Pemodal asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 562,66 miliar di seluruh pasar, seiring dengan koreksi indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (12/9/2023), sebanyak 29,42 poin (0,42%) menjadi 6.933,97.
Net sell terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 240,70 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 132,84 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 117,78 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 76,13 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 72,57 miliar.
Baca Juga
Saham Garda Tujuh Buana (GTBO) Melesat Setelah Suspensi Dibuka
Sebaliknya kelima saham ini mencatatkan pembelian bersih (net buy) oleh investor asing, yaitu saham PT Multitrend Indo Tbk (BABY) Rp 268,83 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 63,67 miliar, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 38,71 miliar, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) Rp 23,81 miliar, dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Rp 20,32 miliar.
Terkait penurunan indeks hari ini dipicu atas penurunan sebagian besar sektor saham, seperti sektor saham, seperti saham sektor kesehatan 0,79%, sektor konsumer primer 0,44%, sektor keuangan 0,66%, dan sektor energi 0,43%.
Sebaliknya penguatan hanya melanda kedua sektor saham ini, yaitu saham sektor material dasar 0,74% dan sektor industri 0,01%.
Baca Juga
Meski IHSG ditutup terkoreksi, keempat saham berikut justru sukses mencatatkan lonjakan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) kembali melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan Rp 500 (25%) menjadi Rp 2.500, PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk (BMSR) naik Rp 94 (24,87%) menjadi Rp 472, PT Golden Flower Tbk (POLU) melesat Rp 54 (24,55%) menjadi Rp 274, dan PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) naik Rp 365 (24,09%) menjadi Rp 1.880.
Kenaikan juga melanda melanda saham PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) dengan penguatan Rp 85 (11,97%) menjadi Rp 795. Saham produsen batubara ini kembali melesat, padahal saham ini sempat mengalami suspend kemarin akibat lompatan harga berturut-turut.

