Bos BBRI Beri Bocoran Dividen Bernilai Jumbo, Siap-siap Cek Rekening
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Sunarso mengungkapkan, perseroan akan membagikan dividen minimal 70-80% dari laba 2023 lalu.
Kisaran dividen ini diungkapkan Sunarso ketika dijumpai di Jakarta International Velodrome, Senin (12/02/2024). "Minimal 70-80% laba dibagi dalam bentuk dividen. Laba BRI tembus Rp 60,4 triliun, kalau dikali 80% berarti sekitar Rp 48 triliun akan dibagikan dalam bentuk dividen," ucap Sunarso.
Sebagai perusahaan pelat merah, kata Sunarso, sebanyak 53,19% dari dividen akan disetor pada kas negara.
"Kemana duitnya? Pasti mengalir kepada pemegang saham. Pemegang sahamnya mayoritas pemerintah, 53,19%. Sehingga laba itu kalau kita membayar deviden sebutlah Rp40 triliun, maka 53,19% akan balik kepada negara," jelasnya.
Beberapa waktu lalu BBRI mengumumkan telah mencatatkan laba bersih konsolidasi 2023 sebesar Rp60,4 triliun. Sejalan dengan peningkatan kinerja, permodalan BRI pun jadi semakin kokoh menghadapi persaingan industry tahun 2024.
Baca Juga
BRI (BBRI) Sentuh ATH dan Market Cap Tembus Rp 913 Triliun, Dirut Ungkap Ini
"Kita sekarang memiliki CAR 27%. Padahal kalau untuk memenuhi kebutuhan comply dengan ketentuan untuk meng-cover seluruh jenis risiko hanya membutuhkan 17,5%. Sehingga kita punya selisih sekitar 10%," tegas Sunarso
Ia menambahkan, bila BBRI menggunakan CAR sebesar 2%, hal ini memungkinkan perseoran untuk tidak menambah modal dalam 4-5 tahun ke depan.
"Karena modalnya lebih dari cukup. Oleh karena itu artinya apa? Berapapun laba BRI, tidak masalah laba tersebut dibagi dalam bentuk dividen," terangnya.
Tahun ini, BBRI mematok target pertumbuhan kredit 10-12%. Sedangkan posisi NPL akan dijaga untuk tetap berada di bawah 3%.
"NPL 2,95% untuk bank yang mengurusi UMKM. NPL di bawah 3% sangat bagus karena sebenarnya UMKM itu bebas dari NPL. Target tahun ini tetap manage di bawah 3%," pungkasnya.
Baca Juga
Setelah Berduet Tembus ATH, BBRI Menuju 6.600, BMRI ke 7.300

