IHSG Cenderung Mixed Hari Ini, Sebaliknya Saham HRUM hingga SRTG Layak Direkomendasi Beli
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/8/2026), diproyeksikan bergerak mixed dengan rentang pergerakan 6.500-6.568. Tiga saham berikut, HRUM, PADI, dan SRTG direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa IHSG cenderung bergerak mixed to positive dengan support 6.455–6.400 dan resistance 6.568. Secara teknikal, tren bullish masih terjaga, selama IHSG bertahan di atas 6.455, dengan peluang menguji 6.568. MA20 di 6.328 menjadi support berikutnya.
“Laju IHSG juga akan dipengaruhi sentimen pasar, yaitu rilis data AS dengan konsensus Core PCE 0,2% MoM, GDP kuartal II-2026 sebanyak 1,5%, Personal Income 0,3%, Personal Spending 0,2%, dan Durable Goods Orders 0,7%, serta pidato The Fed di Jackson Hole. Harga minyak turun 3% ke US$82,5/barel seiring meredanya tensi AS–Iran, menjadi katalis positif bagi inflasi globa,” tulisnya.
Baca Juga
Punya Informasi Penting Kasus Asabri yang Seret Febrie Adriansyah, Ferry Boboho Dilindungi LPSK
Laju indeks juga akan dipengaruhi rebound pasar saham AS setelah Dow Jones ditutup menguat 0,30% semalam. Kenaikan juga melanda indeks S&P500 dan Nasdaq masing-masing 0,32% dan 0,66%.
Terkait saham pilihan pagi ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham HRUM dengan target harga Rp 880-920, PADI dengan target harga Rp 83-93, dan SRTG dengan target harga Rp 2.010-2.140.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah sebanyak 24,02 poin (0,37%) menjadi 6.501 dengan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 350,72 miliar. Net sell terbanyak melanda BBRI senilai Rp 178,02 miliar, BUMI mencapai Rp 105,09 miliar, dan TPIA senilai Rp 89,28 miliar.
Baca Juga
Prabowo Yakin Program PLTS 100 GW Perkuat Kemandirian Energi Nasional
Penurunan indeks dipicu atas pelemahan mayoritas saham big cap, seperti BYAN, BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Penurunan juga dipicu pelemahan saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN dan TPIA.
Penurunan juga dipengaruhi pelemahan mayoritas sektor saham, seperti konsumer non primer, energi, industri, kewehatan, properti, keuangan, dan infrastruktur. Sebaliknya satu-satunya sektor saham dengan kenaikan adalah material dasar mencapai 1,38%.
Meski IHSG ditutup turun, lima saham berikut justru catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PICO naik 34,31% menjadi Rp 184, ELIT naik 34,03% menjadi Rp 256, SAFE naik 24,87% menjadi Rp 492, EKAD menguat 24,52% menjadi Rp 386, dan POLU naik 20% menjadi Rp 13.650. Kenaikan pesat juga melanda saham CENT 24,42% menjadi Rp 107 dan GRIA mencapai 23,08% menjadi Rp 224.
