Adhi Karya (ADHI) Susun Strategi Buka Suspensi Saham, RUPO hingga Restrukturisasi
JAKARTA, investortrust.id – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) akan berkoordinasi dengan wali amanat dan para pemegang obligasi melalui RUPO pada 11 September 2026 guna menyelesaikan kegagalan pembayaran bunga obligasi senilai Rp 60,8 miliar yang jatuh tempo pada 24 Agustus 2026.
Sebagaimana diketahui kegagalan pembayaran bunga obligasi tersebut telah berimplikasi terhadappenghentian sementara (unsuspensi) transaksi saham ADHI di Bursa Efek Indonesia (BEI) terhitung sejak 24 Agustus 2026. “ADHI menghormati keputusan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk menjalankan seluruh ketentuan pasar modal yang berlaku,” tulis pengumuman resmi manajemen ADHI dalam keterbukaan informasi di BEI, Selasa (25/8/2026).
Baca Juga
Danantara Panggil Adhi Karya (ADHI) Buntut Mangkraknya Proyek LRT City
Guna menyelesaikan kewajiban kepada para pemegang obligasi, ADHI sebelumnya telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada 6 Agustus 2026. ADHI kemudian mengusulkan perubahan jadwal pembayaran bunga ke-17, ke-18, dan ke-19 Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022. Namun, usulan ini belum dapat diputuskan akibat belum mencapai kuorum.
ADHI kemudian akan berkoordinasi dengan Wali Amanat dan para pemegang obligasi untuk menempuh langkah-langkah penyelesaian sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan. Langkah tersebut akan ditempuh melalui RUPO yang dijadwalkan pada 11 September 2026.
Jalankan Restrukturisasi
Saat ini, ADHI sedang berada dalam tahap restrukturisasi sebagai salah satu langkah strategis untuk menjaga kesinambungan usaha perseroan. Transformasi penyehatan fundamental perusahaan dilakukan melalui sejumlah langkah, antara lain penguatan bisnis inti melalui program divestasi, penataan keuangan, peningkatan efisiensi, serta penyehatan keuangan lainnya.
Baca Juga
Rugi Adhi Karya (ADHI) Membengkak Signifikan Jadi Rp 5,59 Triliun, Beban Jadi Pemicu
ADHI menyatakan langkah-langkah tersebut dilakukan secara terukur dengan harapan dapat memperkuat fondasi ADHI untuk meningkatkan daya saing, memperbaiki kualitas kinerja, serta menciptakan pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Transformasi tersebut bukan sekadar penataan untuk menghadapi kondisi saat ini, melainkan langkah strategis untuk membangun fondasi yang lebih kuat dalam menyongsong fase penyehatan perusahaan di masa mendatang.

