IHSG Sesi I Berbalik Melemah 0,69%, Sebaliknya Saham PICO hingga POLU Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (24/8/2026), ditutup melemah 45,04 poin (0,69%) menjadi 6.480. Rentang pergerakan 6.474-6.551 dengan nilai transaksi Rp 8,20 triliun.
Penurunan indeks dipicu atas pelemahan mayoritas saham big cap, seperti BREN, TPIA, BYAN, BBCA, BBRI, hingga BMRI. Penurunan juga dipicu atas pelemahan saham sektor energi, konsumer non primer, konsumer primer, keuangan, kesehatan, hingga transportasi. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor material dasar dan industri.
Baca Juga
BNI dan BI Edukasi Pengunjung wondrX 2026 Waspadai Kejahatan Siber
Meski IHSG ditutup melemah, sejumlah saham berikut catatkan lomptan harga yang mengesankan, seperti PICO naik 34,31% menjadi Rp 184, CENT naik 27,91% menjadi Rp 110, SAFE menguat 23,35% menjadi Rp 486, GRIA naik 23,08% menjadi Rp 224, dan POLU menguat 20% menjadi Rp 13.650.
Sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil menguat sebanyak 123,80 poin (1,93%) menjadi 6.525 disertai dengan pembelian bersih (net buy) saham jumbo Rp 2,23 triliun oleh investor asing. Kenaikan indeks pekan ini dipicu atas penguatan sebanyak 525 saham, sebanyak 230 saham ditutup stagnan, dan hanya 208 saham yang mengalami penurunan sepanjang pekan ini.
Penyumbang utama lomptan indeks pekan ini dikontribusikan kenaikan harga saham BYAN sebanyak 8,33%, BBRI naik 3,53%, BRMS menguat 12,1%, AMMN naik 4,92%, dan BBCA menguat 1,57%. Kenaikan juga disumbangkan penguatan saham BUMI, BMRI, DSSA, BBNI, dan EMAS.
Baca Juga
Prabowo Turun Langsung Tangani Karhutla Sumatra, Seskab Teddy: Pastikan Api Padam
Dari sisi sektor, mayoritas mengalami peningkatan pesat, kecuali saham sektor kesehatan dengan penurunan 0,55%. Sisanya sektor material dasar melesat 3,67%, properti 2,65%, infrastruktur 2,73%, energi 2,94%, dan konsumer non primer 2,28%.
Adapun lima saham dengan net buy terbanyak pekan lalu adalah DSSA senilai Rp 1,27 triliun, BBRI mencapai Rp 745,32 miliar, BBCA senilai Rp 405,47 miliar, AMMN senilai Rp 328,75 miliar, dan APIC mencapai Rp 296,43 miliar.
