Merger EXCL dan FREN Terbuka Lebar, Analis Ini Ungkap Tiga Keuntungannya
JAKARTA, investortrust.id – Potensi merger PT XL Axiata Tbk (EXCL) dengan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) diprediksi lebih kuat kali ini, dibandingkan dengan berita beberapa tahun lalu. Hal ini juga didorong besarnya dampak positif yang dirasakan PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) dan PT Hutchison Tri Indonesia usai merger.
“Pembicaraan merger XL dan FREN saat ini lebih relevan, dibandingkan dengan pembahasan beberapa tahun lalu. Sebagaimana diketahui diskusi merger tersebut telah mengemuka dalam beberapa tahun terakhir,” tulis analis Mandiri Sekuritas Henry Tedja dan Kresna Hutabarat dalam riset Investor Digest yang diterbitkan kemarin.
Baca Juga
Listing Pagi Ini, Multitrend Indo (BABY) Raup Dana IPO Rp 142 Miliar
Mandiri Sekuritas mengungkap tiga alasan kuat yang membuat pembicaan merger FREN dan XL lebih relevan saat ini, yaitu pertama merger kedua perusahaan akan mendongkrak pendapatan perusahaan hasil mergerk menjadi Rp 43 triliun dan EBITDA senilai Rp 21 triliun tahun 2023, dibandingkan dengan perkiraan pendapatan ISAT Rp 51,6 triliun dan EBITDA Rp 23,5 triliun pada 2023. Merger tersebut dapat meningkatkan efisiensi dan unlock values ke depan.
Kedua, merger kedua perusahaan dapat meniningkatkan spektrum menjadi 152 MHz atau lebih tinggi dari Indosat sekitar 135 MHz. Hal ini dapat membantuk perusahaan untuk menghasilan marign EBITDA yang lebih tinggi.
Ketiga, terang dia, merger tersebut memperkuat peluang XL dan FREN untuk memenangkan lelang spektrum ke depan. Apalagi lelang tersebut membutuhkan belanja modal yang besar, sehingga sulit bagi operator telekomunikasi bersaing untuk mendapatkan spektrum baru tersebut.
Baca Juga
Gara-gara Polusi Udara Jakarta Memburuk, Saham Jayamas (OMED) Ini Dijagokan
“Dengan merger kemampuan perseoran untuk mendapatkan pendanaan dari luar besar untuk mendukung ekspansi dalam jangka panjang,” terangnya.
Dengan demikian konsolidasi maupun merger XL dan FREN akan membawa manfaat besar bagi kedua perusahaan. Tak hanya itu, industri telekomunikasi nasional akan diuntungkan untuk menekan perang harga.
Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis mengatakan, merger kedua perusahaan merupakan pilihan yang masuk akal untuk memperkuat sumber daya dan jangkauan perusahaan ke depan. “Kami percaya industri telah berubah dalam beberapa tahun terakhir yang bisa memperkuat peluang dilakukannya transaksi tersebut,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (7/9/2023).
Baca Juga
Terkait peluang merger, dia mengatakan, manajemen XL dan Fren nampaknya menyadari bahwa kolaborasi bisnis menjadi sesuai hal penting untuk diangkat di tengah perubahan lanskap industri telekomunikasi nasional saat ini. Bahkan, peluang merger bisa saja terjadi baik dari aspek keseluruhan mulai infrastruktur hingga penjualan.
Peluang tersebut semakin besar setelah PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) berhasil melakukan mergerger dengan Hutc 3. Apalagi aksi tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak besar bagi kedua perusahaan saat ini.

