Pidato Prabowo tentang RUU APBN 2027 di DPR Dinilai yang Terbaik sejak 2024, Beri Arahan Jelas untuk Pasar Modal
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pidato Presiden Prabowo tentang keterangan pemerintah atas RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPR, Jumat (14/8/2026), dinilai sebagai pidato terbaik dari perspektif pasar modal sejak 2024 atau selama periode pemerintahannya. Ia memberikan arahan yang jelas tentang pasar modal dan perekonomian nasional.
“Presiden Prabowo dalam pidatonya memberikan arah yang lebih jelas bagi perkembangan pasar modal Indonesia,” kata Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Fakhrul Fulvian, perhatian pemerintah terhadap pasar modal yang disampaikan Prabowo menjadi sinyal positif. Pasalnya, selama bertahun-tahun, pembiayaan pembangunan Indonesia terlalu bertumpu pada APBN dan sektor perbankan.
Baca Juga
Prabowo Dorong Demutualisasi BEI: Harus Jadi Bursa Terbesar Dunia
"Pasar modal bukan sekadar tempat perdagangan saham. Pasar modal adalah mekanisme yang menghubungkan tabungan masyarakat dengan investasi produktif. Semakin dalam pasar modal kita, semakin besar pula kemampuan Indonesia membiayai pertumbuhan jangka panjang," kata Fakhrul
Fakhrul bahkan menyatakan pidato Prabowo kali ini merupakan pidato terbaik dari perspektif pasar modal selama periode pemerintahan sejak 2024 hingga saat ini. Arah kebijakan yang disampaikan Presiden memberikan pandangan yang lebih jelas kepada pelaku pasar mengenai arah kebijakan ekonomi Indonesia ke depan.
"Dari sisi pasar modal, ini adalah pidato terbaik Pak Prabowo selama periode pemerintahan 2024 sampai hari ini. Sebab, kejelasan arah membuat pasar memiliki pandangan yang jelas tentang kebijakan ekonomi negara ke depan," tutur dia.
Baca Juga
IHSG Menguat Usai Pidato Presiden, BEI: ‘Sign’ Positif Buat Kita
Ia menilai reformasi bursa, perlindungan investor, dan pengembangan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menunjukkan pemerintah mulai menempatkan pasar modal sebagai bagian integral dari strategi pembangunan nasional.
Menurut Fakhrul, arah tersebut perlu diikuti penguatan tata kelola, kepatuhan, kedalaman pasar, serta reputasi bursa. "Demutualisasi bursa, ketegasan atas langkah-langkah pengembangan bursa, peningkatan kepatuhan, peningkatan kedalaman pasar, dan reputasi dibutuhkan dalam seluruh proses ini," tutur Fakhrul.
Dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPR RI ke-1 Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Presiden Prabowo Subianto mendukung reformasi pasar modal melalui demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Baca Juga
Menurut Prabowo, demutualisasi akan membawa pasar modal Indonesia menuju standar dunia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar modal global.
"Kita juga akan melanjutkan reformasi pasar modal kita dengan demutualisasi pasar modal. Demutualisasi akan membawa pasar modal Indonesia ke standar dunia dan menjadikan pasar modal Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia," tandas Prabowo.
Prabowo juga menekankan pentingnya membangun bursa yang kredibel. Ia menyebut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melakukan reformasi besar dalam sejarah bursa saham Indonesia, termasuk memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang melanggar aturan. "Mereka yang melanggar aturan bursa diberi sanksi," tegas Presiden.

