IHSG Menguat Usai Pidato Presiden, BEI: ‘Sign’ Positif Buat Kita
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato di hadapan anggota DPR.
Penguatan pasar saham tersebut dinilai mencerminkan respons positif pelaku pasar terhadap penyampaian pemerintah mengenai kondisi dan prospek perekonomian Indonesia. Hal ini sekaligus mencerminkan harapan pelaku pasar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dan kinerja perusahaan tercatat ke depan.
Direktur Pengembangan dan Pengawasan Perdagangan BEI Irvan Susandy menilai, respons positif pasar tersebut menjadi sinyal baik bagi perekonomian dan pasar modal Indonesia.
“Berarti market merespons positif laporan Pak Presiden atas perkembangan Indonesia, pertumbuhan ekonomi, stabilitas yang ada, dan opportunity-opportunity dari pemerintahan beliau,” ujar Irvan saat ditemui di Gedung BEI, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga
IHSG Ditutup Melambung 1,59% Respons Positif Pidato Prabowo, Saham TEBE hingga BYAN Cetak ARA
Dia meyakini, kondisi tersebut menjadi landasan yang baik bagi Indonesia untuk terus bertumbuh dan berkembang. BEI juga melihat optimisme terhadap perekonomian nasional sebagai katalis positif bagi perkembangan pasar modal.
Sebelumnya, Presiden Prabowo dalam pidatonya di DPR menyampaikan target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan sebesar 6%. Pernyataan ini dipercaya mendapat apresiasi dari pelaku pasar.
Irvan menegaskan, target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi merupakan tanda (sign) positif bagi pasar modal Indonesia. Menurut dia, semakin kuat pertumbuhan ekonomi nasional, semakin besar pula peluang pertumbuhan di pasar modal.
Baca Juga
IHSG Sesi I Ditutup Rebound 0,56%, Pasar Respons Positif Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo
Pasalnya, pertumbuhan ekonomi yang positif akan berdampak pada kinerja perusahaan-perusahaan tercatat di bursa. Ketika perusahaan mencatatkan pertumbuhan laba, fundamental emiten akan semakin baik sehingga berpotensi meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia.
Lebih lanjut, ia menyatakan kondisi ekonomi yang tumbuh dan stabil dapat meningkatkan kelayakan investasi (investability) Indonesia. Stabilitas domestik juga dinilai menjadi faktor penting untuk mempertahankan minat investor asing, sekaligus meningkatkan kenyamanan investor domestik.
“Ini akan menjadi point plus bagi negara kita untuk menarik investasi asing dan juga pasti para investor lokal akan semakin nyaman untuk bertransaksi dan menguntungkan,” pungkasnya.

