IHSG Sesi I Berbalik Melemah 0,49% Terseret Profit Taking Saham
JAKARTA, investortrust.id – Indek harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (10/8/2026), ditutup berbalik melemah sebanyak 31,25 poin (0,49%) menjadi 6.378, bandingkan dengan intraday sempat melesat lebih dari 50 poin.
Penurunan indeks dipicu atas sentimen negative penurunan indeks keyakinan consume pada Juli 2026. Penurunan aksi ambil untung (frotit taking) mayoritas sektor saham, seperti industry turun 1,09%, material dasar 0,25%, energi 0,34%, teknologi 0,67%, property 0,29%, keuangan 0,16%, dan konsumer primer 0,26%. Satu-satunya sektor saham naik adalah transportasi.
Baca Juga
BI: Indeks Keyakinan Konsumen Juli 2026 Turun, Tapi Masih Optimistis
Meski IHSG melemah, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga, seperti GIAA naik 29,63% menjadi Rp 70, STAR naik 24,81% menjadi rp 332, GMFI menguat 24,07% menjadi Rp 67, ROCK naik 22,13% menjadi Rp 2.290, dan SULI naik 14,44% menjadi Rp 103.
Pekan lalu, IHSG ditutup naik sebanyak 173,52 poin (2,78%) menjadi 6.409. Bahkan, kenaikan IHSG BEI tertinggi diantara pasar saham Asean. Penopang utama penguatan tersebut berasal dari kenaikan saham DCII sebanyak 7,42%, kenaikan BBRI 2,96%, dan AMMN sebanyak 7,32%.
Baca Juga
ETF Emas Diluncurkan, Airlangga Optimistis Indonesia Bisa Salip India
Kenaikan juga didukung penguatan seluruh sektor saham, tertinggi dicatatkan saham sektor material dasar dengan penguatan 6,43%, sektor energi naik 4,60%, sektor property naik 4,02%, sektor konsumer non primer 3,32%, dan sektor kesehatan menguat 4,19%.
Sejalan dengan penguatan tersebut, pemodal asing terpantau merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 695,17 miliar sepanjang pekan ini atau pekan pertama Agustus 2026. Dominasi net buy terjadi di pasar regular, bandingkan dengan pekan sebelumnya dengan net buy sebanyak Rp 7,10 triliun yang didominasi pasar negosiasi.

