Fore Kopi (FORE) Bangun Pabrik Donat Rp15 Miliar, Siap Tambah Hingga 100 Gerai Baru
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mempercepat ekspansi bisnis dengan membangun pabrik pengolahan adonan donat berkapasitas 120.000 potong per hari di Taman Tekno, BSD. Pabrik senilai sekitar Rp15 miliar tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Agustus atau awal September 2026.
Direktur Fore Kopi Indonesia Fahmi Rahmatullah mengatakan pembangunan pabrik dilakukan untuk mendukung ekspansi Fore Donut, terutama ke luar Pulau Jawa. “Tujuan kami, agar bisa ekspansi ke luar kota. Karena dengan adanya pabrik ini, kami bisa kirim frozen dough untuk sampai tahun depan, sekian toko bisa ter-cover (kebutuhan adonannya),” ujar Fahmi dalam Media Lunch bersama Fore di Pacific Place, Rabu (5/8/2026).
Saat ini, gerai Fore Donut masih memproduksi adonan secara manual di masing-masing toko. Dengan beroperasinya pabrik baru, proses produksi diharapkan menjadi lebih efisien sehingga ekspansi dapat dilakukan lebih cepat. Selain pembangunan pabrik, FORE juga menargetkan penambahan sekitar 80 gerai kopi baru sehingga total gerai dapat mencapai lebih dari 400 outlet pada akhir 2026.
Baca Juga
Penjualan Fore Kopi (FORE) Tembus Rp 1 Triliun di Semester I-2026, Laba Melesat 34%
Di segmen donat, perseroan membidik pembukaan 25-30 gerai baru sepanjang 2026 dari total 14 gerai yang telah beroperasi saat ini. “Indonesia atau di Asia tuh, coffee market lumayan besar sehingga ini bisa jadi opportunity,” kata Fahmi.
Dengan rencana tersebut, penambahan gerai kopi dan donat FORE diperkirakan mencapai sekitar 100 gerai baru yang menyasar lokasi pusat perbelanjaan di Jabodetabek.
Meski Fore Donut telah hadir di Surabaya, perseroan juga berencana membuka gerai di Semarang dan Yogyakarta. “This business (donat) is profitable banget sebenarnya. Jika nanti kami sudah mature, ibaratnya pabrik sudah jadi, mungkin bisa comparable hampir ke bisnis kopinya sendiri. Coffee business ini kan margin wise bagus ya,” jelas Fahmi.
Capex Tambah Gerai
Untuk mendukung ekspansi tersebut, rata-rata investasi pembukaan satu gerai mencapai sekitar Rp2 miliar. Dengan target penambahan sekitar 100 gerai, kebutuhan belanja modal (capex) diperkirakan berkisar Rp2,2 miliar hingga Rp2,5 miliar.
Baca Juga
Fore Kopi (FORE) Lanjutkan Ekspansi Gerai hingga Diversifikasi Bisnis
Manajemen menyebut kebutuhan pendanaan akan dipenuhi dari sisa dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO), kas perusahaan, serta fasilitas perbankan yang masih tersedia. Sementara itu, untuk pasar Singapura, FORE masih bersikap selektif mengingat tingginya biaya sewa dan tenaga kerja. Saat ini perseroan memiliki lima gerai di Singapura yang berlokasi di Bugis Junction, The Cathay, The Centrepoint, Tiong Bahru Plaza, dan Jurong Point.
Di sisi produk, FORE terus menghadirkan inovasi dengan meluncurkan 2-3 menu baru setiap kuartal atau sekitar 10-12 produk baru setiap tahun. Strategi tersebut dilakukan untuk menjaga minat pelanggan agar terus kembali bertransaksi.
Menurut Fahmi, setiap peluncuran produk baru disesuaikan dengan segmen pelanggan yang dibidik. Sebagai contoh, Tani Series ditujukan bagi penikmat kopi dengan cita rasa lebih pahit, sedangkan menu butterscotch menyasar konsumen yang menyukai rasa kopi manis dan creamy. “Jadi memang biasanya ada target-target khusus saat kami meluncurkan suatu produk, jadi ada customer yang pengen ditarget gitu,” pungkas Fahmi.
