Laba Bersih Mitratel (MTEL) Tumbuh di Semester I-2026, Pendapatan Capai Rp 4,69 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel membukukan berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 2,1% menjadi Rp4,69 triliun sepanjang semester I-2026. Pertumbuhan bagian dari implementasi strategi transformasi yang dijalankan secara konsisten.
Pertumbuhan pendapatan tersebut terutama ditopang oleh bisnis penyewaan menara sebagai bisnis inti Perseroan yang berkontribusi 81,7% terhadap total pendapatan. Di sisi lain, bisnis fiber juga terus mencatat pertumbuhan dan semakin berperan sebagai salah satu mesin pertumbuhan baru seiring strategi Mitratel membangun ekosistem infrastruktur digital terintegrasi.
Mitratel juga membukukan EBITDA sebesar Rp 3,89 triliun, naik 0,8% YoY, dengan EBITDA margin tetap terjaga tinggi di level 82,9%. Sementara itu, laba bersih meningkat 1,5% YoY menjadi Rp 1,11 triliun, dengan net profit margin sebesar 23,7%.
Baca Juga
Lelang Frekuensi Rampung, Mitratel (MTEL) Berpeluang Raup Pertumbuhan Baru
Direktur Utama Mitratel (MTEL) Theodorus Ardi Hartoko mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil implementasi strategi transformasi yang dijalankan secara konsisten sejalan dengan arah transformasi Danantara Indonesia dan Telkom Group.
"Transformasi yang kami jalankan bukan sekadar memperluas portofolio bisnis, tetapi membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang, dengan dorongan penguatan daya saing, penciptaan nilai tambah, dan peningkatan efisiensi sesuai dengan langkah transformatif Danantara Indonesia dan Telkom Group," ujar Theodorus melalui keterangan resminya di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Dia melanjutkan, MTEL terus berevolusi dari perusahaan menara menjadi penyedia infrastruktur digital terintegrasi melalui pengembangan solusi fiber, Fixed Wireless Access (FWA), hingga Power-as-a-Service (PaaS). "Strategi ini memperkuat posisi kami dalam mendukung percepatan digitalisasi Indonesia sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan bagi Mitratel," teranya.
Tenancy Ratio
Dari sisi operasional, hingga semester I-2026 Mitratel mengelola 40.563 menara, dengan 59% berada di luar Pulau Jawa sebagai wilayah pertumbuhan utama. Strategi ekspansi tersebut mendorong jumlah kolokasi meningkat 10,3% YoY menjadi 23.303 tenant, sehingga tenancy ratio naik menjadi 1,57 kali.
Mitratel (MTEL) juga mempercepat pengembangan bisnis fiber sebagai bagian dari transformasi menuju Next-Generation Tower Company. Hingga semester I-2026, jaringan fiber tumbuh 13,9% YoY menjadi 74.779 kilometer billable length, memperkuat kapabilitas Mitratel dalam menyediakan solusi infrastruktur digital yang terintegrasi.
Transformasi bisnis turut diperkuat melalui pengembangan solusi Fiber-to-the-Tower (FTTT) untuk mendukung layanan Fixed Wireless Access (FWA) serta Power-as-a-Service (PaaS). Mitratel juga mengembangkan inovasi Green Tower as a Service (GTaaS) sebagai sumber pendapatan berulang (recurring revenue) sekaligus mendukung efisiensi energi bagi operator telekomunikasi.
Selain memperluas portofolio bisnis, Perseroan meningkatkan efisiensi operasional melalui pemanfaatan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI). Inovasi AIONIC One digunakan untuk meningkatkan akurasi identifikasi perangkat di setiap menara, memperkuat efektivitas operasional, meningkatkan produktivitas aset, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Baca Juga
Merger Anak Usaha, Mitratel (MTEL) Siapkan Buyback Saham hingga Rp 2,98 Triliun
Ke depan, Mitratel optimistis prospek bisnis jangka panjang tetap positif. Salah satu katalis utama berasal dari rencana pemerintah melaksanakan lelang spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz, yang diperkirakan akan mendorong ekspansi jaringan operator, terutama di wilayah rural dan luar Pulau Jawa.
Dengan portofolio aset terbesar di Asia Tenggara, kapabilitas analitik berbasis AI, serta fundamental keuangan yang solid, Perseroan optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital terintegrasi dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
