Laba Bumi Resources (BUMI) Melonjak 88,6% di Semester I-2026, Ditopang Pendapatan dan Laba Entitas Asosiasi
JAKARTA, investortrust.id – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan laba periode berjalan neto sebesar US$ 72,27 juta pada semester I-2026, melonjak 88,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 38,55 juta.
Kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan, peningkatan laba usaha, serta kontribusi yang lebih besar dari laba entitas asosiasi dan ventura bersama. Sepanjang semester I-2026, pendapatan BUMI meningkat menjadi US$ 866,75 juta, dibandingkan US$ 677,93 juta pada semester I-2025.
Baca Juga
Meski BI Rate 5,75%, Pemerintah Pastikan Bunga KPR Subsidi Tetap 5%
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bruto Perseroan naik menjadi US$ 145,90 juta dari US$ 107,03 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba usaha juga meningkat menjadi US$ 83,13 juta, dibandingkan US$ 55,30 juta pada semester I-2025.
Kenaikan laba juga ditopang pos penghasilan lain-lain, bagian atas laba neto entitas asosiasi dan ventura bersama meningkat signifikan menjadi US$ 43,85 juta, dari US$ 15,85 juta pada semester I-2025.
BUMI juga mencatat peningkatan penghasilan bunga menjadi US$ 3,60 juta, dibandingkan US$ 1,46 juta pada periode yang sama tahun lalu. Selain itu, laba selisih kurs bersih naik menjadi US$ 5,53 juta, dari US$ 3,19 juta.
Baca Juga
Tata Kelola Berkelanjutan Antar Bumi Resources (BUMI) Raih Penghargaan Ini
Dengan kinerja tersebut, laba sebelum pajak penghasilan meningkat menjadi US$ 104,32 juta, dibandingkan US$ 51,52 juta pada semester I-2025.
Setelah membukukan beban pajak penghasilan sebesar US$ 27,87 juta, Perseroan mencatat laba setelah pajak penghasilan sebesar US$ 76,45 juta, naik dari US$ 39,98 juta pada semester I-2025.
Di sisi beban, beban pokok pendapatan meningkat menjadi US$ 720,85 juta dari US$ 570,91 juta, sedangkan beban usaha naik menjadi US$ 62,78 juta dibandingkan US$ 51,73 juta. Perseroan juga mencatat kenaikan beban bunga dan keuangan menjadi US$ 28,01 juta dari US$ 11,48 juta.
