Laba Bersih Hartadinata Abadi (HRTA) Naik 101% pada Semester I-2026, Penjualan Melonjak 125%
JAKARTA, investortrust.id – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 700,88 miliar pada semester I-2026, meningkat sekitar 101% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 348,95 miliar.
Sedangkan laba atribusi pemilik entitas induk meningkat dari Rp 348,50 miliar menjadi Rp 700,01 miliar. Kenaikan tersebut berimbas terhadap pertumbuhan pesat laba per saham HRTA dari Rp 75,68 menjadi Rp 152 per saham.
Baca Juga
Hartadinata (HRTA) Optimistis Prospek Industri Emas Tetap Cerah Meski Harga Emas Terkoreksi
HRTA dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/7/2026), menyebutkan bahwa pertumbuhan pesat laba sejalan dengan lonjakan penjualan bersih menjadi Rp 33,81 triliun pada semester I-2026, naik sekitar 125% dibandingkan Rp15,05 triliun pada semester I-2025.
Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp 32,56 triliun dari Rp 14,30 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, laba bruto perseroan meningkat menjadi Rp 1,25 triliun dibandingkan Rp 746,84 miliar pada semester I-2025.
Baca Juga
Perkuat Industri Perhiasan Emas di Segmen Ritel, Hartadinata (HRTA) Menancapkan Jejak di Asia
Dari sisi operasional, beban penjualan tercatat sebesar Rp 54,87 miliar, sedangkan beban administrasi dan umum mencapai Rp 137,64 miliar. Perseroan juga membukukan penghasilan keuangan sebesar Rp 5,42 miliar. Sementara itu, beban keuangan turun menjadi Rp 165,60 miliar dari Rp 174,62 miliar pada semester I-2025.
Dengan kinerja tersebut, laba sebelum pajak penghasilan meningkat menjadi Rp 895,72 miliar dari Rp 449,12 miliar pada semester I-2025. HRTA membukukan beban pajak penghasilan sebesar Rp 194,83 miliar. Setelah memperhitungkan beban pajak, laba bersih tahun berjalan mencapai Rp 700,88 miliar pada semester I-2026.
